Breaking News:

Berita Semarang

Sepekan Pengetatan PKM Berjalan, Ada 30 Tempat Usaha Ditutup Sementara

Pemerintah Kota Semarang melakukan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sejak 19 Juni lalu.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
Dok. Satpol PP Kota Semarang
Petugas Satpol PP menutup tempat usaha yang melanggar jam operasional. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang melakukan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sejak 19 Juni lalu. Ternyata, masih cukup banyak tempat usaha yang melanggar aturan PKM.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, aturan operasional tempat usaha selama masa pengetatan maksimal pukul 20.00.

Sepekan berjalan, ada 30 tempat usaha yang terpaksa harus ditutup sementara lantaran melanggar jam operasional. Ada beragam jenis usaha yang melanggar mulai dari swalayan, kafe, restoran, tempat karaoke, konter, mini market, tempat nongkrong, dan lain-lain.

Dia menyayangkan masih ada tempat usaha yang melanggar. Dia berharap tempat usaha bisa memahami kondisi Covid-19 saat ini.

"Semua kami berlakukan sama. Jika ada yang melanggar, kami pasti segel dan tutup sementara," tegasnya, Minggu (27/6/2021).

Fajar melanjutkan, petugas Satpol PP telah dibagi dalam tiga tim. Mereka terus melakukan patroli secara rutin membubarkan keramaian dan mengingatkan tempat usaha yang membandel. Yustisi protokol kesehatan juga terus dilakukan terutama di wilayah yang memiliki kasus Covid-19 cukup tinggi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, semua pelaku ekonomi pasti tidak tidak ikhlas adanya pengetatan tersebut. Namun, dia berharap mereka bisa memahami kebijakan itu karena kesehatan lebih penting.

"Saya jamin saat situasi normal akan kami revisi keputusan tersebut," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved