Breaking News:

Berita Banyumas

52 Persen Guru di Banyumas Masih Berstatus Honorer

Husein berpesan agar antara PGRI dan Dinas Pendidikan untuk saling melakukan sinkronisasi, kolaborasi, saling memberi informasi, dan bekerjasama

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Humas PGRI Banyumas
PGRI Banyumas saat menggelar Konferensi Kerja Tahun Pertama 2021, di Gedung Guru Jalan Soeparjo Roestam No. 45 Sokaraja, Sabtu (26/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mengawali kinerja kepengurusan masa bakti XXII, PGRI Banyumas menggelar Konferensi Kerja Tahun Pertama 2021.

Konkerkab sebagai langkah awal penetapan program tahun pertama dan rencana strategis selama kepengurusan digelar secara daring dan luring di Gedung Guru Jalan Soeparjo Roestam No. 45 Sokaraja, Sabtu (26/6/2021).

Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno, menyampaikan organisasi PGRI harus terus jalan meski pandemi belum berakhir.

Guru menjadi garda terdepan di dalam menjawab solusi pembelajaran di masa pandemi.

"Meski masih pandemi, guru harus mampu membangun sistem pembelajaran yang sesuai dan dapat diikuti oleh peserta didik. Guru harus kreatif menghadapi pandemi sebab mereka menjadi tulang punggung pendidikan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.

Sarno mengungkapkan, saat ini rencana pembelajaran tatap muka diundur kembali.

Hal ini menjadi tantangan baru bagi guru untuk dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Untuk itu, lanjut Sarno PGRI terus berupaya menjadi rumah guru yang transformasional dan fleksibel.

PGRI mendorong anggota agar terus eksis dan survive beradaptasi dengan perubahan di masa pandemi.

"Guru harus terus berupaya menyesuaikan dengan segala bentuk perubahan.

Memberi solusi bagi pembelajaran peserta didik dengan menjadi garda terdepan pendidikan," katanya.

Saat ini, menurut Sarno 52 persen guru di Banyumas berstatus guru wiyata bakti atau honorer.

Untuk itu, PGRI terus mengawal agar guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan mendapatkan tunjangan kesejahteraan sesuai Upah Minimum Kabupaten.

"PGRI prihatin, di Banyumas guru honorer mencapai lebih dari 3.000 orang. Namun untuk kuota PPPK yang tersedia hanya 1.000 orang, sekitar 30 persen," tegasnya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan Konkerkab agar menghasilkan komitmen bersama meningkatkan pembaharuan kinerja pengabdian guru.

Menjadi sarana efektif dan konsumtif dalam membahas dan pertajam visi misi PGRI ke depan.

Husein menambahkan realisasi program kerja PGRI diharapkan dapat efektif, implementatif, dan adaptif sesuai perubahan.

Sehingga upaya itu dapat menghasilkan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggungjawab.

Husein berpesan agar antara PGRI dan Dinas Pendidikan untuk saling melakukan sinkronisasi, kolaborasi, saling memberi informasi, dan bekerjasama.

"Jalin kerjasama yang baik untuk berkontribusi bersama bagi masyarakat Banyumas," ungkapnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved