Breaking News:

Bupati Sragen Bolehkan RS Isi Ulang Tabung Oksigen Sendiri ke Perusahaan Beda Merk

Tabung oksigen dengen segela merk bisa diisikan di seluruh perusahaan tabung oksigen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Pekerja sedang mempersiapkan tabung oksigen. 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Rumah Sakit (RS) kini diminta mengisi tabung oksigen (O²) sendiri ke perusahaan.

Tabung oksigen dengen segela merk bisa diisikan di seluruh perusahaan tabung oksigen.

Ketentuan itu dikatakan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah ada regulasi yang mengatur sehingga boleh dilakukan.

"Kebutuhan tabung oksigen sekarang sudah ada regulasi, bahwa tidak perlu misalnya tabung milik perusahaan A harus diisikan diperusahan itu juga."

"Jadi sudah boleh diisikan dimana saja, sepanjang kita punya tabung oksigen kita isikan saja," kata Bupati Yuni ditemui usai rapat evaluasi bersama Ganjar Pranowo, Senin (28/6/2021)

Seperti yang dilakukan pihaknya, hari ini sebanyak 25 Puskesmas di Sragen tabung oksigen dikumpulkan menjadi satu kemudian diisi di Langgeng Oksigen Sukoharjo.

Sehingga sudah tidak dari perusahaan yang mengirim tabung oksigen, melainkan dari Pemkab atau RS membawa tabung menggunakan armada sendiri kemudian diisi lalu dibayar.

"Ini juga berlaku untuk RS swasta. Jadi berapapun tabung akan diisi, asal menggunakan armada sendiri. Namun oksigen liquid di RSUD dr Soehadi tetap harus dikirim," terang Yuni.

Dengan regulasi baru ini, ketersediaan tabung oksigen otomatis menjadi beban di masing-masing RS. Yuni mengaku RS pasti akan melakukan segala cara untuk ketersediaan tabung oksigen.

Sempat susahnya stok tabung oksigen beberapa waktu terakhir dikatakan Yuni memang terjadi di Kabupaten Sragen. Imbas dari lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi dengan penyakit penyerta.

Perantau Pulang Kampung

Angka penambahan ini ada yang disumbang dari sejumlah perantau yang pulang kampung karena di kota tidak dilayani. Mereka positif Covid-19 dan memiliki gejala atau penyakit penyerta.

"Pengawasan melekat di tingkat kecamatan termasuk kepala desa, jika ada yang seperti itu segera dilaporkan dan dibawa ke Technopark," kata Yuni.

Yuni mengaku telah mendapatkan laporan dari sejumlah Camat. Dalam hal ini pihaknya meminta agar dirawat di Puskesmas untuk menunggu transfer atau rujukan ke RS. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved