Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Gerakan Peduli Pedagang di Kabupaten Tegal Terus Digalang, Ratusan Paket Sayur Disediakan Tiap Hari

Kebijakan Pemkab Tegal memperpanjang penutupan sementara objek wisata, di antaranya pedagang sayur, manisan, dan buah-buahan di wisata Guci. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
UPTD Pengelolaan Objek Wisata
Pegawai di lingkungan Pemkab Tegal sedang membeli sayuran milik pedagang di objek wisata Guci, dengan kata lain mereka ikut membantu melalui gerakan peduli pedagang yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Senin (28/6/2021). 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kebijakan Pemkab Tegal memperpanjang penutupan sementara objek wisata mulai tanggal 24 Juni - 5 Juli 2021 dalam rangka menekan penularan Covid-19 membuat sejumlah pihak ikut terdampak, di antaranya pedagang sayur, manisan, dan buah-buahan di wisata Guci. 

Membaca situasi tersebut, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal berinisiatif membuat gerakan peduli pedagang (GPP), untuk membantu penjualan komoditas sayur, manisan, dan buah-buahan milik pedagang. 

Sebagai salah satu pengagas GPP, Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Ahmad Abdul Hasib mengatakan setiap harinya disediakan ratusan paket sayur milik pedagang.  

Baca juga: Maverick Vinales Tinggalkan Yamaha Tahun Depan, 2 Pembalap Ini Jadi Kandidat Pengganti

Baca juga: Video Ibu di Luwu Utara Menangis Dituntut Anak Kandung Soal Warisan

Baca juga: Lazisnu Pucakwangi Pati Gelar Program Khitan Gratis, Peserta Bisa Pilih Hari Pelaksanaan

Seperti hari Senin (28/6/2021), tidak hanya pegawai di Disporapar saja yang membeli, tapi juga dari Dinas lain seperti di DPMPTSP, Perkimtaru, dan kantor Setda Kabupaten Tegal. 

"Harga masing-masing dan untuk sayuran sudah dibentuk dalam satu paket untuk memudahkan. Harganya sendiri satu paket sayur Rp 15 ribu, sedangkan lainnya bergantung jenis buah dan manisannya tapi harga dibandrol mulai Rp 5 ribu - Rp 30 ribu," jelas Hasib, pada Tribunjateng.com, Senin (28/6/2021). 

Karena sifatnya membantu meringankan beban pedagang yang terdampak, Hasib menegaskan pihaknya tidak mengambil keuntungan apapun dari transaksi penjualan. 

Seperti yang pernah Hasib sampaikan, dalam sepekan omzet penjualan dari gerakan peduli pedagang ini mencapai lebih dari Rp 10 juta. 

Konsumen yang ingin membeli sayuran segar dan buah-buahan ataupun manisan khas Guci ini bisa datang ke halaman belakang kantor Disporapar Kabupaten Tegal mulai pukul 11.00 WIB - 15.00 WIB. 

Baca juga: Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Undip Berikan Bekal Pengetahuan Berdimensi Luas

Baca juga: Klarifikasi Rachel Vennya Seusai Diprotes Kliennya Terkait Endorse Rp 8,5 Juta

Baca juga: Samsat Malam Depan E-Plaza Semarang Tetap Buka saat Simpanglima Ditutup?

"Per hari paket sayur yang kami jual bisa 100 - 150 bungkus. Kadang bisa habis semua kadang juga ada yang sisa. Gerakan ini insyaallah berlanjut sampai nanti ada putusan wisata kembali dibuka untuk umum," ungkapnya. 

Adapun terkait penutupan sementara objek wisata diatur dalam Surat Edaran Bupati nomor: 443.5/B.896 tahun 2021 tentang perpanjangan pelaksanaan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 sampai 5 Juli 2021. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved