Breaking News:

Berita Batang

Penyalahgunaan Narkotika di Batang Cukup Banyak, Khrisna: Setahun Bisa 50 Orang Masuk Rehabilitasi

Berdasarkan data dari Polres Batang tahun 2020 mengungkap 60 kasus narkotika. Pada Januari-Maret 2021 ada 12 kasus.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kepala BNNK Khrisna Anggara, Wakil Bupati Batang Suyono dan jajaran Forkopimda mengikuti acara virtual peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 di Ruang Command Center Kabupaten Batang, Senin (28/6/2021). 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang, Krisna Anggara, mengatakan, penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Batang masih cukup banyak.

Hal itu dijelaskannya, berdasarkan data dari Polres Batang tahun 2020 mengungkap 60 kasus narkotika.

Lalu, Januari sampai dengan Maret 2021 sudah ada sekitar 12 kasus yang lagi diungkap. 

"Data itu menunjukan indikasi penyalahgunaan narkotika di Batang masih cukup banyak, karena faktanya kasus yang belum berhasil diungkap kemungkinan lebih tinggi," jelasnya, usai memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara virtual di Command Center Batang, Senin (28/6/2021).

Baca juga: Jirno Kekeh Tak Mau Ngemis Seusai Kecelakaan Kerja, Punggung Dipasang Pen, Mending Bikin Pot Bunga

Baca juga: Berikut Daftar 25 Daerah di Jateng yang Masuk Zona Merah Corona, Termasuk Purworejo dan Kebumen

Baca juga: Kondisi Terkini Wallace Costa Setelah Kepala Berdarah Saat Laga PSIS Semarang Vs PSIM Yogyakarta

Adapun berdasarkan data dari BNNK Kabupaten Batang untuk klien yang direhabilitasi sejak 2017 hingga 2020 setiap tahunnya ada 40- 50 orang.

"Semester I tahun 2021 sudah ada sekitar 15 orang yang direhabilitasi, bagi pecandu yang melapor secara suka rela meminta rehabilitasi ke BNNK Batang  tidak ada aspek hukum dan biaya," ujarnya 

Ia juga mengatakan dari jumlah klien yang tidak melaporkan untuk mendapatkan rehabilitasi jumlahnya cukup banyak. 

Berdasarkan data survei terakhir tahun 2019, angka penyalahgunaan narkotika  di Indonesia sekitar 3 Juta jiwa, mereka berusia produktif 10 - 59 tahun. 

"59 persen didominasi oleh kalangan pekerja, 24 persen kalangan pekerja dan mahasiswa, sisanya 12 persen dari latar belakang yang beraneka ragam," pungkasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved