Berita Semarang
Ruang ICU RSUD Ambarawa Semarang Penuh, 21 Pasien CoronaTertahan di IGD
Jumlah kasus warga terpapar virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Semarang belum menunjukan tanda-tanda menurun.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Jumlah kasus warga terpapar virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Semarang belum menunjukan tanda-tanda menurun.
Bahkan, pada hari ini terjadi penambahan sebanyak 514 orang berdasarkan data harian Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang.
Akibatnya, sejumlah ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di rumah sakit telah terisi penuh satu diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunawan Mangunkusumo Ambarawa dan RS Ken Saras.
Direktur RSUD Ambarawa Choirul Anam mengatakan karena lonjakan pasien Covid-19 yang tidak sebanding dengan ketersediaan ruang isolasi khusus di Intensive Care Unit (ICU) sebanyak 21 pasien tertahan di IGD.
"Ruang isolasi khusus pasien Covid-19 saat ini sudah penuh. Ruang ICU juga penuh, sedangkan pasien di IGD masuk daftar tunggu sebanyak 21 orang.
Udah semakin mengerikan Covid-19 kali ini," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (28/6/2021)
Menurut Anam, tingginya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang kali ini juga berdampak pada tingkat ketersediaan tabung oksigen di rumah sakit.
Ia mengaku untuk mencukupi kebutuhan tabung oksigen pasien Covid-19 harus berusaha keras dan setiap hari harus melakukan pengisian ulang.
"Kami untuk mencukupi (tabung oksigen) dengan upaya super montang-manting setiap pagi dari Ambarawa harus membawa naik pick up mengisikan oksigen tabung untuk kami pakai melayani pasien di IGD," katanya
Dia menyatakan, RSUD Gunawan Mangunkusumo dalam sehari membutuhkan 30 tabung oksigen dari total keseluruhan tabung yang tersedia ada 35 buah.
Selebihnya, pasien diberikan alat bantu oksigen secara tersentral.
Anam menjelaskan, penggunaan tabung oksigen tersentral itu tidak lain upaya untuk menghemat stok yang tersedia karena tabung utama dipakai di seluruh ruangan rumah sakit.
"Jadi supaya lebih irit ada satu ruangan kita pakai tabung oksigen sentral atau dipakai satu ruangan ramai-ramai. Karena stok oksigen terbatas untuk IGD," ujarnya
Kondisi serupa juga terjadi di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan (RSPAW) Kota Salatiga.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSPAW Hasto Nugroho mengungkapkan selain terjadi antrean pasien di IGD hal lain yang mendesak saat ini adalah kebutuhan oksigen.
"Oksigen saat ini memang menjadi hal sangat dibutuhkan. Tetapi, antara kebutuhan dan pasokan lagi tidak seimbang sehingga kita harus mencari ke beberapa kota sekitar seperti Semarang atau Solo," paparnya
Hasto menyebutkan sejak pandemi Covid-19 pengiriman tabung oksigen hanya tersedia kuota 30 persen dari biasanya per hari mencapai 150 sampai 200 tabung. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/inilah-virus-corona-dari-penyebab-gejala-pencegahan-hingga-belum-ditemukan-obat.jpg)