Breaking News:

Berita Cilacap

Cegah Kenaikan Kasus Covid-19 di Cilacap, Bupati Tatto Instruksikan PPKM Skala Mikro Diperketat

Dari infografis perkembangan Covid-19 di Kabupaten Cilacap diketahui update jumlah kasus positif sebanyak 1.780

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Humas Pemkab Cilacap
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji usai peninjauan pelaksanaan vaksinasi bersama Forkopimda dalam rangka HUT Ke-75 Bhayangkara di halaman Graha Darussalam Cilacap, Minggu (27/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menghendaki agar pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro untuk lebih diperketat.

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut disampaikan Bupati usai peninjauan pelaksanaan vaksinasi bersama Forkopimda dalam rangka HUT Ke-75 Bhayangkara di halaman Graha Darussalam Cilacap, Minggu (27/6/2021).

"Di Kabupaten Cilacap, angka terkonfirmasi Covid-19 semakin hari semakin naik. Untuk itu kerjasama dengan berbagai pihak dan juga TNI-Polri, Satpol PP, Linmas agar PPKM skala mikro lebih diperketat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis. 

Dari infografis perkembangan Covid-19 di Kabupaten Cilacap diketahui update jumlah kasus positif sebanyak 1.780. 

Dalam empat hari terakhir terjadi kenaikan yakni tanggal 21 Juni 45 kasus, tanggal 22 Juni 225 kasus, tanggal 23 Juni 203 kasus, tanggal 24 Juni 322 kasus, dan tanggal 25 Juni terdapat 221 kasus baru.

Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi, yang ikut dalam peninjauan tersebut juga menyatakan dalam PPKM skala mikro nantinya akan dilakukan isolasi skala mikro di tingkat desa maupun kecamatan.

Langkah ini ditempuh sebagai hasil evaluasi berkala Bupati terhadap Satgas Covid-19 Kabupaten Cilacap.

"Hasil evaluasi, apabila tingkat kedisplinan masyarakat untuk isolasi mandiri ini masih lalai dan abai, maka isolasi skala mikro untuk RT dan desa yang ada zona merahnya untuk ditarik ke karantina di tingkat desa atau kecamatan," katanya. 

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan pembatasan kegiatan sosial yang sudah diinstruksikan oleh gubernur dan bupati untuk bisa dilaksanakan oleh masyarakat.

Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di atas jam 21.00 WIB. 

Demikian juga pada tempat-tempat perbelanjaan, cafe, maupun tempat hiburan lainnya. 

Ia memohon untuk berdiam di rumah dan mengurangi mobilitas dan juga aktivitasnya.

Untuk yang akan melaksanakan hajatan, dibatasi hanya untuk 30 orang, karena dengan prosentase dirasa tidak efektif. (Tribunbanyumas/jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved