Breaking News:

Berita Pekalongan

Kedai Kayoe Kopi, Inovasi Bumdes Desa Kayupuring Petungkriyono

Sebagian besar kafe memilih dibangun di tengah keramaian kota, namun tidak demikian dengan Kayoe Kopi.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebagian besar kafe memilih dibangun di tengah keramaian kota. Namun, strategi itu tidak dipakai oleh pengelola kedai Kayoe Kopi, di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kafe yang menyajikan 90 persen kopi lokal it

Barista kedai kayoe kopi sedang membuat kopi.
Barista kedai kayoe kopi sedang membuat kopi. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

u dibangun di tengah hutan Petungkriyono. Berada di Jalan Raya Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kedai ini merupakan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono.

BUMDes ini merupakan percontohan, karena berhasil memanfaatkan hasil produk pertanian dan pontensi wisata desa.

Hal ini juga sepadan dengan wilayah Desa Kayupuring yang sebagai penghasil kopi, alhasil dengan kedai yang dikelola para pemuda desa tersebut.

Kepala Desa Kayupuring Cahyono mengatakan, bahwa BUMDes berupa kedai kopi yang dimiliki oleh Desa Kayupuring ini sebagai tindak lanjut pengelolaan program dana desa dari pemerintah.

"Bumdes ini memilih kedai karena, kebanyakan potensi di wilayah Kayupuring itu adalah kopi. Jadi, kita memilih untuk usaha bumdes itu kedai kopi," kata Kades Kayupuring Cahyono kepada Tribunjateng.com, Senin (28/6/2021).

Pihaknya menceritakan kedai ini sudah berdiri lima bulan ini dan omzetnya perbulan Rp 25 juta.

"Dari Rp 25 juta tersebut, 35 % masuk ke kas desa dan sisanya untuk gaji karyawan, pengelolaan kedai, dan lainnya," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved