Breaking News:

Berita Pekalongan

Pidato Pertama Bupati Fadia: Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur Program Skala Prioritas

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik sebagai bupati terpilih.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menyampaikan pidato pertamanya di rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, di gedung DPRD setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik sebagai bupati terpilih Kabupaten Pekalongan pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, di Gedung DPRD setempat, Senin (28/6/2021).

Fadia Arafiq merupakan anak dari penyanyi dangdut senior, almarhum A Rafiq dalam menyampaikan tiga program skala prioritas di antaranya sekolah dan kesehatan gratis, serta pembangunan infrastruktur.

Pihaknya menerangkan, bahwa di masa kepemimpinannya bersama Riswadi tidak ada istilah 100 hari.

Fokus program yang akan dilakukan yaitu kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

"Saya tidak ada istilah 100 hari. Karena begitu saya dilantik, saya harus mulai start kerja. Saya tidak muluk-muluk programnya, karena kalau uang kita pecah ke mana-mana malah gak jadi hasilnya."

"Jadi nanti saya akan fokus ke kesehatan gratis, terus pendidikan gratis sampai SMA, dan juga perbaikan jalan serta jembatan. Saya fokus tiga itu dulu," terangnya.

Selain fokus di tiga program tersebut, pihaknya juga tidak mempunyai kartu-kartu khusus untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan.

"Saya bersama pak Riswadi tidak akan meluncurkan kartu-kartu khusus, contohnya untuk bisa mewujudkan kesehatan gratis itu cukup dengan menunjukkan KTP Kabupaten Pekalongan. Saya gak mau kebanyakan kartu, pusing nanti, malah repot banyak kartu ini, kartu itu. Jadi saya sedang memprogramkan itu, sehingga masyarakat kabupaten pekalongan tidak khawatir saat sakit," imbuhnya.

Menurutnya, pendidikan gratis ini masih untuk sekolah negeri. Tapi, apabila APBD Kabupaten Pekalongan naik rencananya sekolah swasta juga akan dicover.

"Tiga program itu merupakan janji visi-misi saya bersama pak Riswadi. Namun untuk pendidikan gratis baru sekolah negeri dulu. Daripada kita ngomong janji-janji tapi kita bohong, saya lebih baik ngomong apa adanya. Insyaallah apabila APBD kita naik, kita mungkin bisa mengcover sampai swasta," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved