Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

Puluhan Modin di Salatiga Dilatih Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19

Puluhan modin di Kota Salatiga diberi pelatihan pemulasaran jenazah pasien virus Corona, Selasa (29/6). 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas pemandian jenazah RSUD Kota Salatiga, M Jalil saat memberikan penjelasan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 bersama puluhan modin di Pendopo Pakuwon, Setda Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (29/6/2021). Semua peserta yang mengikuti pelatihan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 wajib mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Puluhan modin di Kota Salatiga diberi pelatihan pemulasaran jenazah pasien virus Corona (Covid-19), Selasa (29/6/2021).

Petugas pemandian jenazah RSUD Kota Salatiga, M Jalil saat memberikan penjelasan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 bersama puluhan modin di Pendopo Pakuwon, Setda Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (29/6/2021). Semua peserta yang mengikuti pelatihan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 wajib mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan.
Petugas pemandian jenazah RSUD Kota Salatiga, M Jalil saat memberikan penjelasan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 bersama puluhan modin di Pendopo Pakuwon, Setda Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (29/6/2021). Semua peserta yang mengikuti pelatihan tata cara pemulasaran jenazah pasien Covid-19 wajib mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Wuri Pudjiastuti mengatakan pelatihan pemulasaran jenazah bagi para modin agar dapat turut serta membantu petugas apabila terjadi kejadian warga meninggal dunia karena Covid-19 tetapi sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. 

"Meski selama ini petugas dari rumah sakit masih mampu, tetapi kami khawatir jika terjadi lonjakan bakal kewalahan dan justru jenazah terkatung-katung tidak terurus," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai membuka pelatihan di Pendopo Pakuwon, Setda Kota Salatiga, Selasa (29/6/2021)

Menurut Wuri, pengalaman yang sudah berjalan pernah dalam satu hari terdapat enam orang pasien Covid-19 meninggal dunia. Sehingga, kondisi itu membuat petugas medis mengalami kelelahan karena keterbatasan personil. 

Petugas pemulasaran jenazah Covid-19 RSUD Kota Salatiga M Jalil menyatakan pelatihan bagi modin di desa-desa agar mengetahui tata cara merawat jenazah Covid-19 dinilai penting agar tidak terjadi penularan. 

"Misalnya cara memandikan tidak boleh disentuh. Tetapi, cukup kita semprotkan airnya, kemudian teknis agar sah sesuai agama kita tayamumkan. Ini juga agar para modin nanti tidak kaget meski sudah terbiasa memandikan jenazah," katanya

Seorang peserta Murtadho mengaku mendapat banyak manfaat dari pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. 

Dirinya menyatakan, mendapatkan pengetahuan baru meski demikan diharapkan sejumlah kebutuhan dapat ditopang pemerintah. 

"Misalnya alat pelindung diri (APD) dengan level khusus. Kemudian, sabun khusus memandikan dan sebagainya. Lalu, saya usul pelatihan ini juga diberikan tidak hanya ke modin tapi ke petugas pemakaman di tingkat desa," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved