Breaking News:

Raih Hibah Bergengsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Unnes Mantapkan Program Kerja

Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan koordinasi teknis PKKM 2021.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Humas Unnes
Koordinasi teknis secara daring pelaksanaan Program Kompetisi Kampus Mengajar (PKKM) Tahun 2021 oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan koordinasi teknis secara daring pelaksanaan Program Kompetisi Kampus Mengajar (PKKM) Tahun 2021.

Koordinasi dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FE Unnes, Kardoyo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat dan mengapresiasi jurusan Ekonomi Pembangunan yang telah memenangkan dana hibah program PKKM dari Dikti.

"Program ini adalah salah satu program bergengsi, harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Harapannya jurusan Ekonomi Pembangunan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari pimpinan universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, pemerintah daerah dan industri," tutur Kardoyo, dalam keterangannya, Selasa (29/6/2021).

Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fafurida menjelaskan, pengajuan dana hibah PKKM sangat ketat hingga dilakukan visitasi dari pihak Dikti.

"Jurusan Ekonomi Pembangunan merupakan satu-satunya prodi yang mendapat hibah PKKM di Unnes. Program bersifat multiyears, jadi diharapkan dalam setiap kegiatan menghasilkan output yang bagus dan dapat mendukung kinerja institusi," tuturnya.

Fafurida menyebutkan tiga program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program PKKM, di antaranya, pertama peningkatan kualitas SDM unggul melalui sertifikasi kompetensi.

Sasarannya adalah dosen tetap memiliki sertifikat kompetensi yang diakui, prodi yang melaksanakan kerjasama dengan mitra, lulusan mendapat pekerjaan dan mahasiswa bersertifikat kompetensi. Kedua, kolaborasi peningkatan kapasitas BUMDes melalui kegiatan magang BUMDes.

"Sasarannya adalah mahasiswa menghabiskan paling sedikit 20 sks di luar kampus (mahasiswa dapat melakukan implementasi MBKM melalui kegiatan magang desa), dosen bekerja sebagai praktisi di DUDI, kerjasama mitra Perguruan Tinggi," paparnya.

Ketiga, kolaborasi dunia pendidikan, dunia usaha dan dunia industri melalui kemitraan professional mengajar. Pelaksanaan seluruh program membutuhkan kerjasama dengan banyak pihak, baik pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan dunia industri.

"Diharapkan dalam menjalankan kegiatan terdapat kerjasama yang baik dari semua pihak agar dapat berhasil baik," harapnya.

Rencana kegiatan Program Tahap 1 adalah Sertifikasi Peneliti Kualitatif dan Kuantitatif Internasional yang berkerjasama dengan PT Metiri Aromata & Quantum HRM, Sertifikasi Penyusunan AMDAL dengan PLSH UGM, Sertifikasi Ekspor Impor dengan Sekolah Ekspor/LSP EI Indonesia, Sertifikasi Pendamping UMKM dengan IPB, dan Microsoft Certified Educator dengan TRUST Surabaya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved