Breaking News:

Berita Solo

RI Tersangka Pemilik 2 Kilogram Ganja Sebut akan Jual Seharga Rp 700 per Garis 

Tersangka pemilik ganja seberat 2,1 kg, RI,  sebut menjual barang haram tersebut secara tunggal. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Tersangka pemilik 2,1 kilogram ganja, RI, saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tersangka pemilik ganja seberat 2,1 kilogram, RI,  menyebut dia melakukan aksinya menjual barang haram tersebut secara tunggal.

Salah satu perempuan dari 18 tersangka, MA, sebagai pengonsumsi narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polresta Solo saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021).
Salah satu perempuan dari 18 tersangka, MA, sebagai pengonsumsi narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polresta Solo saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021). (Tribun Jateng/Muhammad Sholekan)

Menurut pria berasal dari Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo itu mengaku merasa malu melakukan aksinya tersebut. 

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko itu tergiur menjual ganja dengan Rp 700 ribu per garis. 

"Per garis dijual Rp 700 ribu. Suruh ambil dari temen. Ambil barang (ganja, red) dari Palur (Mojolaban Sukoharjo, red)," ungkapnya saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021). 

Ketika ditanya mengenai jumlah sabu seberat 2,1 kilogram itu akan dijual menjadi berapa garis, dia menjawab dengan geleng kepala. 

"Belum tahu," ucapnya singkat. 

Sementara, tersangka lain, MA, berjenis kelamin perempuan yang merupakan pemakai narkoba mengaku sudah 3 tahun mengonsumsi. 

"Makai buat seneng-seneng aja," jelasnya. 

Diketahui, MA merupakan satu-satunya perempuan dari 18 tersangka yang ditangkap Satresnarkoba dalam ungkap kasus selama bulan Juni 2021. 

Perempuan warga Jebres Solo itu, saat ditanya pekerjaan sehari-hari apa menjawab sebagai stylish. 

"Sehari-hari menjadi stylish. Tukang dandani LC-LC (pemandu karaoke, red) gitu loh," ungkapnya. 

Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto menyebut motif para tersangka menjual barang haram itu karena alasan ekonomi. 

"Barang-barang ini (narkoba, red) siap edar. Tapi sebelum beredar sudah kita tangkap," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved