Breaking News:

Berita Solo

Satresnarkoba Polresta Solo Amankan Ganja Seberat 2 Kilogram dan Sabu 46 Gram Selama Juni 2021

Satuan Reserse Narkoba Polrestas Solo ungkap kasus penyalahgunaan narkoba selama Juni 2021. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Wakapolresta Solo AKBP Gatot Yulianto didampingi Kasatresnarkoba Kompol M Rikha Zulakranain (kanan) dan Kasubag Humas AKP Umi Supriati ketika menunjukkan barang bukti ungkap narkoba di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestas Solo ungkap kasus penyalahgunaan narkoba selama Juni 2021. 

Selama bulan Juni, Satreskoba telah

Wakapolresta Solo AKBP Gatot Yulianto didampingi Kasatresnarkoba Kompol M Rikha Zulakranain (kanan) dan Kasubag Humas AKP Umi Supriati ketika menunjukkan barang bukti ungkap narkoba di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021).
Wakapolresta Solo AKBP Gatot Yulianto didampingi Kasatresnarkoba Kompol M Rikha Zulakranain (kanan) dan Kasubag Humas AKP Umi Supriati ketika menunjukkan barang bukti ungkap narkoba di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021). (Tribun Jateng/Muhammad Sholekan)

mengungkap kasus sebanyak 15 kasus. Dari 15 kasus itu ada 18 tersangka yang diamankan. 

Wakpolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto menyebut barang bukti (BB) yang sudah disita yakni jumlah total sabu sebanyak 46,65 gram dan ganja seberat 2,1 kilogram. 

"Ini merupakan capaian luar biasa. Kemudian di dalam 15 kasus tadi itu, ada 2 kasus menonjol yang BB nya cukup banyak," ucapnya saat konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (29/6/2021). 

Gatot menerangkan, pertama, pada tanggal 21 juni tepatnya pada 15.00 WIB mendapatkan informasi dari masyarakat. 

Dari informasi itu, lanjut Gatot, telah melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah tersangka inisial AO dan didapatkan barang bukti sebanyak 22 gram. 

"Kemudian hasil dari penangkapan tersangka tersebut, ternyata sabu itu didapat dari seseorang berinisial B," jelasnya. 

Menurutnya, saat ini, inisial B masih dalam proses penyelidikan. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar. 

"Kemudian kasus yang kedua, tersangka inisial HP dan RI. Pada tanggal 23 Juni pada pukul 23.30 WIB, pertama kita tangkap tersangka inisial HP dengan ganja seberat 38 gram di rumahnya tepatnya di Kampung Baru, Pasar Kliwon," tuturnya. 

Kemudian, ungkap Gatot, dari penangkapan tersangka HP, pihaknya melakukan pengembangan penyidikan. 

"Ternyata didapat dari saudara RI dengan melakukan penggeledahan di rumahnya barang bukti ganja lagi seberat 2,1 kilogram yang siap edar di wilayah Surakarta semuanya ini," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved