Breaking News:

Berita Karanganyar

Selain Menambah TT Isolasi Covid-19, Ini Langkah dari RSUD Karanganyar Antisipasi BOR Penuh

RSUD Karanganyar selain menambah tempat tidur isolasi pasien Covid-19 juga menyiapkan langkah lain.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar selain menambah TT (tempat tidur) isolasi pasien Covid-19 juga menyiapkan langkah lain untuk mengurai bed occupancy rate (BOR) yang mengalami peningkatan semenjak sepekan terakhir. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, dari yang semula menyediakan sejumlah 119 TT isolasi pasien Covid-19, saat ini pihak RSUD Karanganyar tengah berproses melakukan penambahan menjadi sebanyak 131 TT isolasi pasien Covid-19. 

Kabid Yanmed RSUD Karanganyar, Kristanto menyampaikan, penambahan TT isolasi pasien Covid-19 dilakukan bertahap selama pekan ini. Semua rumah sakit menyediakan 119 TT dan hampir terisi penuh. 

Selain itu, RSUD Karanganyar juga melakukan penambahan TT di IGD. Sehingga di IGD dapat menampung sebanyak 20-25 orang. 

"Penambahan TT isolasi sekitar 20 persen. Itu sudah maksimal tidak mungkin menambah lagi. Dokter dan perawat terbatas," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (29/6/2021). 

Di sisi lain, di IGD RSUD Karanganyar juga selalu ada antrean sejak seminggu terakhir seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Rata-rata ada 10-20 antrean pasien dalam sehari. 

"Untuk mengurai pasien pulang tidak harus swab PCR harus negatif. Tetapi ketika masih positif kondisi pasien stabil dilanjutkan isolasi mandiri di rumah," terangnya. 

Kris sapaan akrabnya berharap, pasien yang sudah diperbolehkan pulang dapat menjalani isolasi di rumah isolasi terpusat apabila kondisi rumah tidak memungkinkan dijadikan tempat isolasi mandiri. 

Sesuai dengan arahan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono supaya masing-masing kecamatan menyediakan rumah isolasi. Pasien yang diperbolehkan pulang nantinya akan tetap dipantau oleh Satgas Covid-19 setempat.

"Harapannya masing-masing kecamatan ada tempat isolasi mandiri. Untuk meneruskan kalau pasien swab PCR masih positif dan kondisi baik bisa melanjutkan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pulang," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved