Kuliner Tegal

Soto Kriuk Bumbu Tauco Khas Tegal yang Kondang, Tauconya Beda, Toping Bisa Memilih

Adapun yang membuat soto buatan Novi berbeda atau memiliki ciri khas tersendiri kuncinya ada di bumbu tauco

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah

"Soto khas Tegal kuncinya ada di tauco dan bumbunya. Karena tauco saya olah sendiri lagi, alhamdulillah soto saya bisa diterima oleh lidah pembeli asal Yogyakarta, Semarang, Solo yang tadinya tidak suka tauco pada akhirnya suka soto kriuk buatan saya," ujarnya.

Soto Kriuk khas Tegal memiliki beberapa pilihan toping yaitu ayam, babat, daging sapi, dan campur. Kemudian dipadukan dengan nasi, tauge, daun bawang, dan kuah kaldu yang kaya bumbu rempah-rempah.

Cara mengolahnya setelah semua komponen soto lengkap, sebelum diberi bumbu tauco dah kuah kaldu soto direndam dengan air panas terlebih dahulu selama beberapa detik, setelahnya baru diberikan tauco, kuah kaldu, kecap, bawang goreng, tak lupa toping kriuk, dan siap disajikan.

"Harga satu porsi soto mau yang isi ayam, daging, babat, dan campur sama yaitu Rp 17 ribu. Mangkok besar dan sudah pasti isi jauh lebih banyak," tutur Novi.

Selama ini Novi dan sang suami mengelola warung soto mereka sendiri dan dibantu oleh tiga orang karyawan. 

Sesekali kedua anaknya pun ikut membantu jika sedang tidak ada pekerjaan atau kesibukan.

Dikatakan, sekali proses pembuatan bumbu tauco sampai 6 kilogram yang bisa digunakan Novi sampai tiga hari. Namun saat sedang ramai pembeli dalam seminggu bisa membuat tauco sampai tiga kali.

"Kebanyakan pelanggan ketagihan dengan tauco buatan saya, mereka tidak bosan, saya pun yang membuat tidak pernah bosan. Bahkan karena minat yang cukup banyak, akhirnya saya menjual tauco secara terpisah dengan kemasan sendiri. Tujuannya supaya konsumen yang di luar kota kangen soto Tegal bisa buat sendiri. Tauco ini tahan lama terutama saat disimpan di kulkas, kalau disimpan di luar paling cuma tahan tiga hari itu harus langsung dimasak," terangnya. 

Untuk jam operasional warung Soto Kriuk khas Tegal ini mulai pukul 08.00 WIB - 21.00 WIB. Buka setiap hari Senin - Minggu.

Novi mengungkapkan, rata-rata per hari ia bisa menjual 50 mangkok soto. Namun jumlah tersebut belum dihitung dengan pembeli yang minta soto nya dibungkus.

Selain buka di kedai, Novi juga menerima pesanan soto untuk acara hajatan minimal 100 porsi soto, tapi biasanya pemesanan sampai 400 porsi. Harga pun berbeda dengan yang dijual di kedai.

"Saya memang hobi memasak dan di keluarga saya saja yang jadi pedagang. Orangtua basic nya malah dari pendidikan. Untuk cabang sejauh ini memang satu, banyak yang menawari ingin mengajak kerja sama dan nantinya buka di tempat lain cuma saya yang memang belum ingin. Selain itu waktunya juga belum ada, jadi sementara saya ingin fokus di satu warung ini dulu," pungkasnya. (dta)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved