Breaking News:

Berita Banjarnegara

Sudah Masuk Musim Kemarau tapi Curah Hujan Masih Tinggi, Ada Fenomena Apa? Ini Penjelasan BMKG

Diperkirakan, pada pertengahan bulan Juli 2021 mendatang, kondisi uap air di atmosfer kembali berkurang atau relatif lebih kering

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Intisari
Ilustrasi hujan 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Fenomena hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Banjarnegara maupun sekitarnya akhir-akhir ini melahirkan tanda tanya di masyarakat. 

Sebagian masyarakat meyakini saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga curah hujan mestinya berkurang. 

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Di sebagian wilayah Banjarnegara misalnya, dalam sepekan terakhir, curah hujan cukup tinggi. 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengetakan, berdasarkan monitoring  musim kemarau 2021, sejak dasarian ke-3 bulan April 2021, wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb) umumnya memang sudah memasuki musim kemarau. 

Ia menjelaskan, adanya peningkatan curah hujan di pekan ini dipicu oleh berasosiasinya beberapa fenomena dinamika atmosfer - laut yang cukup signifikan. 

"Sehingga memicu peningkatan curah hujan di wilayah tersebut, " katanya, Selasa (29/6/2021) 

Ia pun mengungkapkan beberapa faktor pemicnya antara lain, menghangatnya suhu muka laut lokal di selatan Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara yang berkontribusi terhadap peningkatan uap air di atmosfer.

Selain itu, menghangatnya suhu muka laut di wilayah Perairan Barat Sumatera dan memicu munculnya pusat tekanan rendah di perairan dekat Sumatra - Jawa sehingga berakibat terjadi pemusatan aktivitas awan konvektif.

Peningkatan curah hujan ini diprediksi tidak akan berlangsung lama. 

Diperkirakan, pada pertengahan bulan Juli 2021 mendatang, kondisi uap air di atmosfer kembali berkurang atau relatif lebih kering. 

Ini mengakibatkan jumlah curah hujan di wilayah Barlingmascakeb juga akan berkurang. 

"Namun masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan dan skala lokal, " katanya

Puncak musim kemarau tahun 2021 diprediksi terjadi pada bulan Agustus untuk sebagian besar wilayah Cilacap, Kebumen, sebagian kecil Banjarnegara, dan sebagian kecil Purbalingga. 

Sebagian besar wilayah Banjarnegara dan Purbalingga akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan September. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved