Breaking News:

Target Sasaran 32,6 Juta, Kemenkes Matangkan Teknis Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Saat ini Kemenkes tengah mematangkan teknis pelaksanaan vaksinasi untuk anak, dengan target 32,6 juta anak.

Editor: Vito
istimewa
ilustrasi - Masyarakat wilayah barat Kota Semarang mengikuti proses vaksinasi di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Juru Bicara Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi memastikan, vaksinasi covid-19 pada anak usai 12-17 tahun akan segera dimulai.

Saat ini, pihaknya tengah mematangkan teknis pelaksanaan vaksinasi terhadap kelompok tersebut. "Sedang dimatangkan proses pelaksanaannya. Target sasarannya adalah 32,6 juta anak usia 12-17 tahun," ujarnya, saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (29/6).

Terkait dengan kebutuhan vaksin Sinovac atau Coronavac untuk program tersebut, Nadia mengungkapkan, saat ini sudah tersedia sekitar 42 juta-44 juta dosis vaksin covid-19 di Gudang Bio Farma.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan vaksinasi terhadap anak usia 12-17 tahun segera dilakukan. Hal itu seiring dengan keluarnya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk penggunaan vaksin Sinovac.

"Kita bersyukur BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau EUA untuk vaksin Sinovac yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12-17 tahun, sehingga vaksinasi untuk anak-anak usia tersebut bisa segera dimulai," katanya, dalam rekaman video yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (28/6).

BPOM telah mengizinkan penggunaan vaksin covid-19 pada anak usia 12-17 tahun. Izin itu tertuang dalam Surat Pengajuan Nomor RG.01.02.322.06.21.00169/T mengenai Hasil Evaluasi Khasiat dan Keamanan Komite Nasional Penilai Obat yang mereka kirim ke Bio Farma tertanggal 27 Juni.

Dalam surat itu, BPOM merekomendasikan untuk menerima usulan penggunaan vaksin corona pada anak usia 12-17 tahun dengan dosis 600 SU/0,5 ML.

Ada beberapa pertimbangan yang mereka gunakan dalam menerima usulan penggunaan vaksin untuk golongan usia tersebut. Di antaranya adalah hasil uji klinis Fase I dan Fase II.

Sementara untuk usia anak di luar 12-17 tahun dinilai belum aman menerima vaksin covid-19, lantaran data yang ada dinilai belum cukup, dalam hal ini, jumlah subjek rentang usia di luar 12-17 tahun.

"Dari data keamanan uji klinik fase I dan fase II, profil AE Sistemik berupa fever pada populasi 12-17 tahun tidak dilaporkan dibandingkan dengan usia 3-5 tahun dan 6-11 tahun," jelas BPOM.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved