Breaking News:

Pendidikan

Di Tengah Keterbatasan Pandemi, Unnes Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Rektor: Kita Patut Bersyukur

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman, kembali mengukuhkan dua guru besar baru di Gedung Auditorium Unnes secara daring dan luring terbatas.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
HUMAS UNNES
Prof Martono dan Prof Heri Yanto foto beserta ketua Senat Unnes Dr Sucipto (tengah), usai pengukuhan, di Auditorium Unnes, Rabu (30/6/2021). 

Penulis: M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman, kembali mengukuhkan dua guru besar baru di Gedung Auditorium Unnes secara daring dan luring terbatas, Rabu (30/6/2021).

Keduanya yaitu Prof S Martono dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu manajemen dan Prof Heri Yanto sebagai guru besar bidang Ilmu Akuntansi Biaya.

Prof Fathur Rokhman merasa bersyukur karena di tengah berbagai keterbatasan akibat pandemi covid-19 jumlah profesor Unnes terus bertambah.

"Penambahan ini memberi gambaran bahwa produktivitas kita sebagai akademisi tidak terganggu oleh pandemi tersebut. Sebaliknya, situasi sulit yang terjadi akibat Covid-19 justru menantang kita untuk terus berpikir dan berinovasi, melahirkan berbagai gagasan untuk masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Baca juga: Pelajar Sebar Video Mesum dengan Mantan Pacar, Sakit Hati Diputus

Baca juga: Ade Armando Tegur Fadli Zon Soal Aksi BEM UI: Ucapan Saya Jangan Dipotong

Baca juga: SOS, Ketersediaan Stok Oksigen di RSUD Temanggung Menipis, Bupati: Ini Sudah Kondisi Darurat

Dikatakannya, dengan berbagai dukungan dan kemudahan yang ada, jumlah profesor dan doktor Unnes akan terus bertambah sehingga mencapai proporsi ideal sebagai prasyarat menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

"Selain dukungan dan regulasi, saya juga melihat semangat dosen untuk meningkatkan produktivitasnya juga semakin baik sehingga profesor akan menjadi jabatan akademik yang niscaya diraih," ujarnya.

Ia mengungkapkan, raihan jabatan akademik tertinggi adalah sebagai profesor, dan itu prestasi yang layak dibanggakan dan disyukuri.

Prestasi ini tentu diraih dengan kerja keras, kerja cerdas, dan ketekunan luar biasa.

"Untuk mencapai jabatan akademik ini profesor bukan hanya harus produktif meneliti dan melakukan publikasi, tetapi juga harus melampaui berbagai kendala teknis, psikologis, dan sosial yang mungkin ada," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved