Corona Kabupaten Semarang
Kasus Covid-19 Melonjak, 9 RT di Kabupaten Semarang Lockdown
Menurut Ngesti, kewajiban lockdown juga berlaku bagi lingkungan dengan temuan kasus minimal lima orang keluarga/rumah positif Covid-19.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Penularan kasus virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Semarang terus mengalami kenaikan. Laporan harian pada Selasa (29/6/2021) tercatat ada sekira 424 orang terpapar Covid-19.
Akibatnya, sejumlah RT di Kabupaten Semarang menerapkan lockdown atau menutup sementara akses masuk warga dari luar lingkungan.
Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha mengatakan beberapa RT yang menerapkan lockdown antara lain di Desa Bener, Sraten, Ngrapah, Banyubiru, Bergas Lor, Kebowan, Pojok Sari, Lerep, dan Kenteng.
"Kami masih terus melakukan identifikasi apabila ada RT masuk risiko tinggi atau zona merah Covid-19 agar melokalisir lingkungannya. Secara prinsip, RT harus lockdown ketika ada 6 keluarga atau rumah positif," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (30/6/2021)
Menurut Ngesti, kewajiban lockdown juga berlaku bagi lingkungan dengan temuan kasus minimal lima orang keluarga/rumah positif Covid-19.
Ia menambahkan, adanya lonjakan kasus Covid-19 tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang akan menambah ruang isolasi terpusat memanfaatkan gedung PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah.
"Gedung PAUD sudah terisi 45 orang dari kapasitas 56. Lalu yang baru kita persiapkan di gedung BPSDM Ungaran ada sekira 100 lebih tempat tidur, kemudian rumah sakit ruangan ICU akan kita tambah termasuk tenaga kesehatan," katanya
Terpisah Kepala Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Saefudin menyatakan terdapat satu RT di wilayahnya yang melakukan lockdown.
Adapun warga yang positif Covid-19 keseluruhan sebanyak 64 warga tersebar di enam dusun. Selain menutup kampung, Satgas Jogo Tonggo juga dimaksimalkan kembali.
"Untuk RT yang di lockdown di RT 4/RW 2 karena ada 7 orang positif Covid-19. Langkah itu agar kasus cepat menurun dan tidak tersebar ke lingkungan lain," ujarnya
Hal serupa juga dilakukan Pemerintah Desa Sraten Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang karena ada 19 warga terpapar Covid-19.
Kepala Desa Sraten Rohmat mengungkapkan belasan warga yang positif itu tersebar pada 7 RW dan terbanyak berasal dari klaster keluarga.
"Memang sebagian yang dinyatakan positif adalah pekerja yang memiliki mobilitas tinggi. Tapi kita beserta perangkat RT dan RW langsung melakukan langkah antisipasi," jelasnya
Rohmat menjelaskan, setelah ada beberapa klaster keluarga di RW 7, disepakati diberlakukan pembatasan mikro di wilayah tersebut sejak tiga hari lalu.
Misalnya, setiap tamu diwajibkan membawa surat keterangan negatif Covid-19 dan dicek kesehatan di pos jaga, pedagang keliling hanya boleh berjualan mulai pukul 06.00 hingga 09.00, serta kegiatan kerumunan dilarang untuk sementara waktu.
"Untuk mencukupi kebutuhan pangan warga yang melaksanakan isolasi mandiri, warga membuat dapur umum di pos jaga. Bahan pangannya selain dari pemerintah desa, juga bantuan dari warga lain. Kita gotong royong bersama, solidaritas agar beban terasa ringan," paparnya. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/satgas-covid-19-desa-bener-keca2021.jpg)