Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Marak Ditemukan Gelandangan Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 di Semarang, Ini Kata Hakam

Beberapa hari terakhir marak ditemukan gelandangan  di Kota Semarang meninggal dunia terpapar Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
Istimewa
Gelandangan meninggal dunia di pinggir jalan pusat Kota Semarang dekat Tugu Muda, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa hari terakhir marak ditemukan gelandangan  di Kota Semarang meninggal dunia terpapar Covid-19.

Ada pula warga yang melakukan isolasi mandiri meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, temuan tersebut menandakan sebaran kasus sudah terlalu luas.

"Orang bilang disinfektan tidak ada gunanya, tapi ternyata orang di pinggir jalan terpapar.

Makanya, di satu sisi lingkungan dibersihkan, di sisi lain mari membiasakan diri tertibkan prokes sama vaksinasi digalakkan," terang Hakam, Rabu (30/6/2021).

Menurut Hakam, orang yang meninggal karena terpapar Covid-19 tidak perlu ditakuti.

Justru, yang perlu diwaspadai adalah masyarakat yang masih hidup karena mereka bisa memaparkan atau menularkan virus.

Meski cairan yang keluar dari seluruh lubang jenazah Covid-19 kemungkinan ada infeksius, namun hal itu bisa diantisipasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

Saat ini, pihaknya sedang meminta seluruh pihak baik kecamatan, kelurahan, relawan, maupun Disperkim yang memiliki ambulan jenazah untuk bergerak bersama menangani apabila ada orang atau warga yang meninggal mendadak.

Pasalnya, tenaga kesehatan (nakes) sendiri sudah kewalahan melakukan tracing, vaksinasi, dan merawat warga yang terpapar Covid-19 baik di tempat isolasi.

"Kami dari Dinkes memastikan jika ada warga yang meninggal karena Covid-19. Teman-teman OPD lain  kolaborasi menangani bersama karena ini menjadi tanggungjawab bersama bukan Dinkes saja.

Semua bisa ikut memberi layanan walaupaun dia (warga) meninggal," jelas Hakam.

Jika nakes sudah melakukan pemeriksaan bahwa ada gelandangan atau warga meninggal karena terpapar Covid-19, Hakam berharap ada kolaborasi penanganan dengan instansi lainnya untuk bersama-sama melakukan pemulasaran dan memakamkan secara protokol kesehatan.

"Kalau sudah dirapid teman-teman puskesmas, pemulasaran jenazah harus secara protokol kesehatan. Memandikan pakai APD.

Siapa yang memandikan? Ada karang taruna, ada pihak yang lainnya," sebutnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved