Breaking News:

Marak Pinjol Ilegal, OJK Moratorium Pendaftaran Fintech Baru

OJK saat ini sudah melakukan penghentian dalam waktu tertentu atau moratorium pendaftaran fintech pinjaman online baru.

Editor: Vito
shutterstock.com
ilustrasi Fintech 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sudah melakukan penghentian dalam waktu tertentu atau moratorium pendaftaran fintech pinjaman online baru.

"OJK tidak menerima pendaftaran fintech P2P (peer to peer) baru selama lebih dari setahun terakhir," ujar Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Riswinandi.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk melakukan evaluasi dan menelaah kembali aktivitas fintech yang sudah ada.

"Melakukan penelitian pada platform-platform yang belum comply pada regulasi, maupun tidak memliki kapasitas SDM dan operasional yang memadai untuk menjalankan bisnis," jelasnya.

Riswinandi mengungkapkan, pada Februari 2020 saat dimulainya moratorium pendaftaran fintech P2P, terdapat 165 perusahaan terdaftar dan berizin di OJK.

Namun, saat ini tinggal 125 perusahaan terdaftar resmi di OJK dengan rincian 60 Fintech P2P yang statusnya terdaftar, serta 65 yang telah memiliki status berizin.

"Saat ini kami sedang menyelesaikan status 60 perusahaan yang terdaftar tersebut menjadi berizin," terangnya.

Terkait dengan maraknya pinjol ilegal yang beroperasi tidak sah dan merugikan banyak nasabahnya, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan, OJK tengah berupaya memblokir akun-akun perusahaaan fintech yang tidak terdaftar dan berizin OJK.

Ia menyebut, setidaknya pihaknya mencatat ada ribuan akun fintech ilegal yang beroperasi di Indonesia. "Kami mencatat total fintech lending ilegal yang telah dihentikan sampai dengan Juni 2021 itu sebanyak 3.193 akun fintech ilegal," jelasnya.

Tongam mengungkapkan, lonjakan kemunculan fintech ilegal yang berhasil diblokir ini terjadi saat pandemi covid-19 merebak di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved