Breaking News:

Kuliner Salatiga

Mencicipi Tumpang Koyor Salatiga yang Legendaris, Murah dan Lezat, Antrenya Taat Prokes Ya. .

Selain Wedang Ronde, Kota Salatiga juga memiliki ragam kuliner lain dan sangat legendaris yakni Tumpang Koyor

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Nasi Tumpang Koyor 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Selain Wedang Ronde yang sudah banyak dikenal luas masyarakat, Kota Salatiga juga memiliki ragam kuliner lain dan sangat legendaris yakni Tumpang Koyor. 

Tumpang Koyor merupakan olahan berbahan dasar jeroan daging sapi kemudian dimasak dengan campuran tahu dan tempe dengan tingkat kematangan berlebih atau tempe bosok lalu dibumbui aneka rempah-rempah. 

Sehingga, ketika Anda berkunjung ke Kota Hati Beriman kurang sempurna jika belum mencicipi kuliner tersebut.

Nasi Tumpang Koyor
Nasi Tumpang Koyor (TribunJateng.com/M Nafiul Haris)

Tumpang Koyor sendiri telah dikenal luas masyarakat sekitaran lereng Gunung Merbabu sejak lama bahkan tercatat di Surat Centhini 1814 sampai 1823.

Salah satu warung Tumpang Koyor yang cukup terkenal di Kota Salatiga adalah milik
Sri Suwalim (58).

Dia merupakan generasi kedua penjual Tumpang Koyor "Mbah Sabar" berlokasi di Jalan Ahmad Yani No.102-98, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. 

Sri mengatakan telah berjualan Tumpang Koyor selama 10 tahun.

Dirinya melanjutkan usaha ibunya Ngatmi yang sudah berjualan hampir 60 tahun lamanya. 

"Dulu sebelum terkenal, Tumpang Koyor Mbah Sabar ini yang jualan ibuk saya. Awal-awal dulu berkeliling, lalu membuka lapak di dekat Pasar Raya Salatiga, kemudian pindah di Ahmad Yani sini," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi, Rabu (30/6/2021)

Sri Suwalim (58) terlihat sedang melayani pembeli di warung Tumpang Koyor Mbah Sabar miliknya di Jalan Ahmad Yani No.102-98, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Rabu (30/6/2021).
Sri Suwalim (58) terlihat sedang melayani pembeli di warung Tumpang Koyor Mbah Sabar miliknya di Jalan Ahmad Yani No.102-98, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Rabu (30/6/2021). (TribunJateng.com/M Nafiul Haris)

Dia bercerita, nama warung Mbah Sabar sendiri bukan nama bapaknya tetapi nama kakaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved