Breaking News:

Menperin Pastikan Prioritas Pasokan Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Kemenperin memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen untuk kebutuhan medis, khususnya bagi penanganan pasien covid-19.

Editor: Vito
ISTIMEWA
ilustrasi - Petugas RSDC Kota Semarang menghitung ketersediaan tabung oksigen. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen untuk kebutuhan medis, khususnya bagi penanganan pasien covid-19.

Sebelumnya, rasio peruntukan oksigen bagi keperluan medis dan bagi industri adalah 40:60. Saat ini, rasio penggunaan oksigen menjadi 60:40 antara kebutuhan medis dan kebutuhan industri.

“Suplai oksigen dari industri aman dengan kemampuan pasok sebesar 850 ton/hari, sementara kebutuhan oksigen untuk penanganan covid-19 sekitar 800 ton/hari. Kami juga mendahulukan kebutuhan pasokan oksigen untuk medis,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam siaran pers di situs Kemenperin, Selasa (29/6).

Menurut data Kemenperin, saat ini utilitas rata-rata industri gas oksigen berada di level 80 persen dari kapasitas terpasang sebesar 866,1 juta kg/tahun.

Alhasil, masih ada 'idle capacity' sekitar 225 juta kg/tahun. Apabila 'idle capacity' masih belum mencukupi, pasokan gas oksigen untuk industri dapat dialihkan untuk kebutuhan medis.

Agus menggarisbawahi, produksi dan distribusi gas oksigen diprioritaskan untuk kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dalam menangani lonjakan kasus covid-19.

Gas oksigen untuk kebutuhan industri disalurkan setelah kebutuhan untuk rumah sakit serta fasilitas kesehatan terpenuhi. “Sampai saat ini pengaturan keduanya masih terkendali,” tegasnya.

Menurut dia, peningkatan kebutuhan tabung oksigen terjadi karena rumah sakit menambah fasilitas ruang perawatan dalam penanganan covid-19, baik dalam bentuk bangsal maupun tenda darurat.

"Kami mencoba agar kebutuhan tabung oksigen untuk perawatan pasien covid-19 bisa terpenuhi," jelasnya.

Sebagai informasi, populasi tabung oksigen di Indonesia saat ini sekitar 1,5 juta-1,8 juta tabung. Adapun, kondisi yang terjadi adalah lambatnya perputaran tabung oksigen akibat lonjakan kasus covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved