Breaking News:

Berita Karanganyar

Permintaan Naik. Agen Isi Ulang Tabung Oksigen di Jaten Karanganyar Kewalahan Layani Permintaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, peningkatan permintaan isi ulang tabung oksigen terjadi sejak dua minggu terakhir

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Satu agen isi ulang tabung oksigen di daerah Desa Dagen Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar kewalahan melayani permintaan konsumen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, peningkatan permintaan isi ulang tabung oksigen terjadi sejak dua minggu terakhir.

Tingginya permintaan itu berdampak terhadap ketersediaan oksigen. Mengingat saat ini produsen oksigen diarahkan fokus untuk mencukupi kebutuhan oksigen di beberapa rumah sakit.

Karyawan agen, Robi menyampaikan, sudah beberapa kali kehabisan stok oksigen sejak adanya peningkatan permintaan sehingga terpaksa menutup kios lebih awal.

Bahkan sebelum kios buka, beberapa pembeli sudah antre untuk melakukan pengisian oksigen.

Kebanyakan masyarakat melakukan pengisian ulang ukuran kecil untuk kebutuhan pribadi.

Terutama bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri. Seperti untuk antisipasi karena ada yang mengalami sesak nafas, sakit paru dan lainnya.

"Per hari bisa menghabiskan 5-6 tabung (ukuran besar), itu kalau barangnya ada. Kalau tidak ada ya kami tutup. Takut mengecewakan yang beli. Biasanya itu menghabiskan 1 tabung (ukuran besar) lebih sedikit, " katanya saat ditemui di kios pengisian ulang, Rabu (30/6/2021).

Seiring adanya peningkatan pengisian ulang tabung oksigen, Robi terkendala stok oksigen. Sebelumnya, dia melakukan pengisian di produsen yang berada di kabupaten Karanganyar.

Akan tetapi semenjak produsen diarahkan oleh dinas kesehatan untuk fokus mencukupi kebutuhan oksigen di rumah sakit, Robi terpaksa mencari di agen besar di daerah lain. Seperti di Madiun, Ponorogo dan Ngawi.

Di sisi lain, kesulitan mencari tempat pengisian ulang tabung oksigen berdampak terhadap naiknya harga isi ulang di agen.

"Dampak harga ada karena tambahan (biaya) transportasi. Dari sana (agen besar) harganya juga naik. Pengisian tabung kecil biasanya Rp 30 ribu - Rp 35 ribu. Naik jadi Rp 40 ribu- Rp 50 ribu. Kalau tabung besar normalnya Rp 80 ribu. Kalau naik seperti ini bisa sampai Rp 150 ribu- Rp 175 ribu," terangnya. (Ais)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved