China Gelar Perayaan Besar 100 Tahun PKC, Xi Jinping Janjikan Kemenangan Rakyat

Sekitar 30 helikopter terbang dan membentuk formasi beruliskan angka '100', membuat kerumunan sekitar 70 ribu orang di Lapangan Tiananmen bersorak.

Editor: Vito
HECTOR RETAMAL / AFP
Warga China melihat pertunjukan cahaya di kawasan pejalan kaki Bund di Shanghai, Rabu (30/6/2021), pada malam peringatan 100 tahun Partai Komunis China (PKC). 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Perayaan ulang tahun ke-100 Partai Komunis China (PKC) dimulai pada Kamis (1/7/2021) pagi waktu setempat, di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Perayaan tersebut dimulai dengan penerbangan jet-jet tempur dan sejumlah helikopter milik Negeri Panda.

Sekitar 30 helikopter terbang dan membentuk formasi beruliskan angka '100' sebagaimana dilansir Reuters. Formasi itupun membuat kerumunan sekitar 70 ribu orang di Lapangan Tiananmen bersorak.

Para pejabat China, Presiden Xi Jinping, duduk di benteng selatan Kota Terlarang. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Xi mengatakan, China telah mencapai tujuannya untuk membangun masyarakat yang cukup makmur.

Menurut dia, tema keseluruhan dari kerja PKC selama seabad terakhir adalah untuk meremajakan bangsa.

"Orang-orang China tidak hanya pandai menghancurkan dunia lama, mereka juga telah menciptakan dunia baru. Hanya sosialisme yang bisa menyelamatkan China," katanya.

Ia menegaskan kembali peran partai dalam kehidupan modern China. Ia mengatakan, PKC sudah menjadi pusat kisah pertumbuhan negara, dan upaya untuk memisahkan partai dari orang-orang akan gagal.

Xi menyatakan, tak ada lagi negara yang dapat merundung Negeri Tirai Bambu. "Era China dirundung dan menjadi korban sudah berakhir selamanya," ujarnya, disambut sorak-sorai pendukung PKC.

Sebaliknya, sebagaimana dilansir Reuters, Xi memastikan bahwa China juga tidak akan merundung negara lain.

Ia menyebut, rakyat China tidak akan pernah membiarkan kekuatan asing dapat menggertak, menindas, atau menundukkan negaranya.

"Siapa pun yang berani mencoba melakukan itu akan dibenturkan kepalanya ke Tembok Besar yang ditempa oleh lebih dari 1,4 miliar orang China," ujarnya.

Xi berujar, China akan membangun kekuatan militernya guna menjaga kedaulatan, keamanan, dan pembangunan China. “Kita harus mempercepat modernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata,” ujarnya.

China berencana menghabiskan sekitar 202 miliar dollar AS untuk pertahanan pada tahun fiskal 2021. Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mengembangkan dan memproduksi berbagai sistem rudal canggih, pesawat terbang, dan kapal perang.

Presiden Xi bertujuan mengubah militer menjadi kekuatan utama yang mampu memproyeksikan kekuatan di luar negeri untuk melindungi kepentingan China.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved