Berita Human Interest
Detik-detik Polisi Royadin Tilang Sultan HB IX di Semarang, Sempat Kaget saat Tahu Sosok Pengendara
Hari berikutnya giliran Royadin didamprat komandannya. Tapi polisi teguh itu bersikukuh hanya menjalankan peraturan
Ia langsung mencegat.
Ternyata pengemudinya orang yang sama sekali tidak asing.
Royadin tersentak, tapi ia tetap memilih menilang orang besar itu.
Sultan HB IX menurut Royadin tidak marah dan memberikan surat-surat kelengkapan yang diminta sesuai peraturan.
Di mata Diyo dan saudara-saudaranya, Royadin ayah yang sederhana.
Hidupnya lurus tidak pernah berbuat macam-macam.
Bahkan, saat masih susah dan hanya bisa makan nasi jagung pun ayahnya tetap bertanggungjawab.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia rela menggadaikan apapun.
Bahkan saat itu untuk memenuhi kebutuhan rumah, ayahnya sempat menggadaikan sarung dan tidak jarang pakaian dinasnya di pegadaian.
Kenangan akan ayahnya pun membekas di hati Murni Janasih (51).
Baginya ayahnya sosok yang bersahaja.
Tidak terlalu keras ataupun lembut.
Ia tidak pernah melihat ayahnya berkeluh kesah dan bertindak macam-macam.
Data yang dihimpun Tribun, Royadin lahir di Batang, 1 Desember 1926.
Ia bertugas sebagai polisi selama 21 tahun 1 bulan.