Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Diduga Depresi Jalani Isolasi Mandiri, Seorang Kakek Coba Bunuh Diri dengan Celurit

Seorang pria lansia berusia 85 tahun dotemukan melakukan percobaan bunuh diri di rumahnya yang ada di kawasan Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Tambora,

Editor: m nur huda
Tribunnews
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seorang pria lansia berusia 85 tahun dotemukan melakukan percobaan bunuh diri di rumahnya yang ada di kawasan Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (30/6/2021) pagi.

Lansia tersebut nekat menggorok leher sendiri dengan celurit setelah sebelumnya ia positif Covid-19 dan sedang isolasi mandiri.

"Percobaan bunuh diri karena dia terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan antigen di hari Jumat (25/6/2021) lalu," ujar Kapolsek Tambora Kompol M Faruk Rozi.

Baca juga: Sedang Isolasi Dapat Kiriman Bingkisan dari Gibran, Mantan Walikota Solo Rudy: Saya Sudah Sehat

Baca juga: Seorang ART Positif Covid-19 Meninggal Dunia saat Jalani Isolasi Mandiri

Faruk mengatakan, lansia itu sebenarnya tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya sejak Senin (28/6/2021).

Isolasi mandiri dilakukan seusai hasil PCR keluar dan menyatakan korban positif Covid-19.

Karena RSD Wisma Atlet dan ruang isolasi lainnya penuh maka korban diminta isolasi mandiri di rumah.

Namun, diduga korban depresi selama menjalani isolasi hingga memutuskan mengakhiri hidupnya.

Untungnya, seusai korban menggorok lehernya, anaknya melihat hal tersebut dan melaporkannya ke Ketua RT setempat.

Kemudian Ketua RT melaporkan ke Polsek Tambora dan korban segera dievakuasi ke RS Tarakan.

"Alhamdulillah enggak sampai meninggal dan sekarang sedang dirawat di RSUD Tarakan," jelas Faruk.

Pasien Covid-19 Coba Bunuh Diri Bukan Kali Pertama Terjadi

Diketahui bukan kali ini warga terkonfirmasi positif Covid-19 mencoba melakukan bunuh diri.

Sebelumnya, seorang wanita di Tanah Seral, Tambora, Jakarta Barat nekad mencoba bunuh diri usai dinyatakan positif Covid-19.

Wanita inisial A (35) mencoba melompat dari lantai tiga rumahnya.

Kata Faruk, awalnya pihak aparat dihubungi keluarga korban pada Sabtu (19/6/2021) siang.

Saat itu keluarga korban menghubungi aparat kepolisian.

Keluarga korban mengatakan bahwa A menghubunginya dan mengaku stres karena dinyatakan terpapar Covid-19 oleh sebuah rumah sakit.

Korban hingga mengancam akan bunuh diri karena depresi tertular Covid-19.

Kemudian kata Faruk, bersama Babinsa, aparat kepolisian mendatangi rumah korban.

Saat dihampiri, ternyata benar saja, korban sudah dalam keadaan terjatuh dari lantai tiga rumahnya.

"Korban mengancam akan melompat dari lantai 3 karena stres terkena Covid-19.

Kemudian saudaranya yang di Bekasi, menghubungi saudaranya yang ada di Jakarta Barat.

Setelah kami cek dengan Babin ditemukan yang bersangkutan tergeletak," ujar Faruk.

Akibat tindakannya, korban alami luka cukup parah dan dilarikan ke RS Siloam Kebon Jeruk.

Saat ini kata Faruk, korban dalam keadaan kritis dan perawatan intensif.

Korban juga jelas Faruk dipastikan positif Covid-19 setelah jalani pemeriksaan uji swab kedua kalinya.

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Bisa menghubungi RSJ Amino Gondohutomo Semarang telp (024) 6722565 atau RSJ Prof Dr Soerojo Magelang telp (0293) 363601.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sedang Isolasi Mandiri Karena Positif Covid-19, Lansia di Tambora Nekat Bunuh Diri Pakai Celurit

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved