Breaking News:

PPKM Darurat Jawa Bali

Karanganyar Terapkan PPKM Darurat Mulai 3 Juli 2021, Siapkan Cadangan Makanan Warga Rentan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Rapat koordinasi PPKM darurat Jawa-Bali di Podang I Setda Karanganyar, Kamis (1/7/2021). 

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali mulai 3-20 Juli 2021.

Dengan diterapkannya kebijakan dari pemerintah pusat tersebut, ada pengetatan di beberapa sektor seperti pendidikan, ekonomi, pariwisata dan kegiatan keagamaan.

Seperti penutupan objek wisata, pembelajaran secara daring, penutupan fasilitas umum yang digunakan PKL, mengosongkan tempat ibadah, pemberlakuan WFH dan pengaturan aktivitas ekonomi baik di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

Begitu juga kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, Kabupaten Karanganyar termasuk dalam wilayah level 3 asesmen situasi pandemi Covid-19.

PPKM Darurat ini perintah dari pemerintah pusat karena adanya lonjakan kasus Covid-19 yang tidak terkendali.

"Apa PPKM darurat itu?!, Tentu pengetatan agar semua sektor terjaga dan terhindar dari kerumunan yang berakibat penularan (Covid-19). Semua akan kita batasi," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (1/7/2021).

Yuli sapaan akrabnya menginstruksikan kepada Camat supaya segera berkoordinasi dengan Kades, termasuk dengan bidan desa, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk persiapan pelaksanaannya.

Menurutnya, relawan, anggota Ormas dan organisasi lainnya dapat dilibatkan di posko dalam Posko PPKM Mikro di masing-masing desa untuk ikut membantu Satgas Covid-19 selama diterapkannya PPKM darurat Jawa-Bali. 

Saat ditanya soal jaring pengaman sosial selama diberlakukannya PPKM darurat Jawa-Bali, Bupati Karanganyar akan melihat situasi.

"Siapa yang kita prioritaskan kan tentu ada. Saya kira kebutuhan makan dan minum selama 14 hari, cadangan mereka cukup. Kecuali yang rentan betul. Tentu akan ada langkah-langkah. Pasti itu," jelasnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved