Breaking News:

Berita Kendal

400 Guru di Kendal Ikuti Vaksinasi Massal, Disdik Tetap Persiapkan PTM Terbatas di Tahun Ajaran Baru

Sebanyak 400 guru dan tenaga kependidikan mengikuti vaksinasi Covid-19 secara serentak di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal pada, Jumat (2/7/2021).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Guru dan tenaga kependidikan di Kendal mengikuti vaksinasi Covid-19 di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Jumat (2/7/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 400 guru dan tenaga kependidikan mengikuti vaksinasi Covid-19 secara serentak di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal pada, Jumat (2/7/2021). Mereka dipersiapkan untuk mengikuti rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, vaksinasi yang menyasar tenaga pendidik dan kependidikan ini merupakan program bupati Kendal dalam rangka menghadapi pembelajaran tatap muka di sekolah. Dengan penambahan ini, tercatat baru 2.500 guru dan tenaga kependidikan di Kendal yang sudah mengikuti vaksinasi. Artinya, baru 25 persen dari total 10.700 orang dari tingkat Paud, TK, SD, dan SMP.

"Hari ini 400 guru dapat alokasi vaksin. Kami berterimakasih karena ini mendukung kebijakan PTM terbatas nanti," terangnya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. 

Wahyu menjelaskan, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa pandemi Covid-19, semua guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan vaksinasi sebelum mengikuti PTM.

Pihaknya pun mendorong semua guru baik jenjang Paud, SD, maupun SMP untuk mengikuti program serbuan vaksinasi yang digalakkan pemerintah, TNI, Polri, ataupun swasta. Segala persiapan mengikuti PTM terbatas tetap berjalan sembari menunggu arahan dari pemerintah pusat dan daerah dengan melihat perkembangan Covid-19.

"Kita (persiapan PTM, red) tetap berjalan. Semua guru dan tenaga kependidikan yang memiliki NIK agar mengikuti vaksinasi. Meskipun nanti skema PTM terbatas hanya di perbolehkan di luar zona merah Covid-19 kabupaten," tuturnya.

Dengan persiapan-persiapan yang sudah berjalan, Wahyu mengaku sudah menyampaikan aturan main PTM terbatas kepada bupati Kendal dan Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten. Ia berharap, batasan zona merah Covid-19 bisa disederhanakan dalam bentuk zonasi tingkat kecamatan. Sehingga, sekolah-sekolah yang berada di kecamatan dengan zona hijau, kuning, dan oranye tetap bisa melakukan PTM terbatas meski secara kabupaten masuk dalam zona merah. 

"Skema PTM terbatas ini, zonasi resiko Covid-19 daerah selain merah. Yang zona merah masih daring. Kita tunggu arahan Satgas kabupaten nanti, misal diturunkan zonasi tingkat kecamatan, kita akan koordinasi lebih lanjut," terangnya.

Kepala SMPN 1 Brangsong, Sri Hardanto mengatakan, dari total 56 guru dan tenaga kependidikan di tempatnya, baru sekitar 20 orang yang sudah mengikuti vaksinasi. Ia pun mendorong penuh semua pegawainya agar segera mengikuti vaksinasi di manapun dan kapan pun.

"SMPN 1 Brangsong sudah menunggu jadwal (vaksinasi) dari dinas. Karena lama, teman-teman ingin cepat vaksin, saya perintahkan untuk vaksin di manapun," ujarnya.

Terkait persiapan PTM terbatas, Sri Hardanto memastikan bahwa, SMPN 1 Brangsong sudah siap secara metode dan sarana-prasarana. Tinggal menyelesaikan vaksinasi Covid-19 bagi semua guru dan tenaga kependidikan. 

"Sekolah menginginkan PTM tatap muka, tinggal menunggu vaksin. Karena 80 persen orangtua siswa menghendaki anak-anak masuk, meski dengan pembatasan," tutupnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved