Breaking News:

Mall dan Tempat Ibadah di Pekalongan Tutup, Pasar Boleh Buka Sampai Jam 8 Pagi

Mall, pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, tempat ibadah, lokasi seni budaya, sarana olahraga, taman, dan tempat rekreasi di Pekalongan harus tutup.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TribunJateng.com/Indra Dwi Purnomo
Penziarah dilakukan tes rapid antigen fi exit tol Setono, Kota Pekalongan. 

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah pusat telah resmi menginstruksikan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat Jawa - Bali mulai 3 sampai 20 Juli 2021.

Menyusul hal itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid usai menggelar rapat koordinasi PPKM Darurat di ruang Amarta, Setda Kota Pekalongan, Jumat (2/7/2021) sore.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan mengatakan, ada beberapa aturan yang wajib dilakukan di Kota Pekalongan selama PPKM Darurat berlangsung, yakni pasar dan toko kelontong buka hanya sampai pukul 08.00 WIB pagi dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Sementara untuk mall, pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, tempat ibadah, lokasi seni budaya, sarana olahraga, taman, dan tempat rekreasi semuanya harus ditutup.

"Pasar hanya buka sampai jam 8 pagi. Lalu, mall, tempat ibadah, dan tempat wisata semuanya harus tutup. Itu beberapa aturan yang harus dilakukan PPKM darurat."

"Sedangkan untuk hotel, para tamu yang masuk diwajibkan swab PCR serta menyertakan kartu vaksin," kata Aaf kepada Tribunjateng.com.

Kemudian untuk RT zona merah, Wali Kota menyebutkan arahannya agar diberlakukan lockdown atau pembatasan, serta penyemprotan disinfektan dengan sistem yang masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan RT atau RW.

Lalu untuk kelurahan menyesuaikan situasi dan kondisi masing-masing daerah.

"Dalam menerapkan PPKM darurat, kami sudah mengundang Kemenag, FKUB, untuk bagaimana mereka ikut berkoordinasi dengan para tokoh ulama," imbuhnya.

Selain itu, dalam melaksanakan PPKM darurat Aaf meminta dukungan dari lurah dan camat yang menjadi tangan pemerintah di masyarakat, agar bisa tegas, satu visi dan misi dalam menjalankan aturan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 namun tetap humanis.

"Saya dengan pak dandim sudah mengintruksikan kepada satpol PP dan prajurit kodim dalam menegakkan PPKM harus humanis, persuasif, dan tegas," ucapnya.

Pihaknya berharap masyarakat juga mau mentaati dan patuh terhadap kebijakan tersebut serta mematuhi protokol kesehatan, agar Kota Pekalongan bisa segera keluar dari zona merah dan tidak ada varian virus corona baru seperti jenis Delta yang masuk ke kota batik. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved