Breaking News:

Matahari Department Store Tutup 89 Gerai Imbas PPKM Darurat

Matahari Department Store terpaksa menutup 89 gerai sebagai imbas dari kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Editor: Vito
istimewa
ilustrasi - PT Matahari Department Store Tbk kembali menutup gerai miliknya akibat PPKM Darurat. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk terpaksa menutup 89 gerai sebagai imbas dari kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali. Hal itu diungkapkan Corporate Secretary and Legal Director Matahari, Miranti Hadisusilo.

Akibat kebijakan itu, menurut dia, seluruh karyawan harus dirumahkan hingga gerai kembali dibuka. “Benar, karyawan dirumahkan, tidak ada yang di-PHK,” katanya, kepada Tribunnews.com, Jumat (2/6).

Miranti menjelaskan, upah pekerja tetap akan diterima utuh meski dirumahkan sementara. “Karyawan tetap menerima gajinya secara penuh atau tidak ada pemotongan gaji,” lanjutnya.

CEO Matahari Department Store, Terry O'Connor menyatakan, penutupan 89 gerai selama PPKM Darurat itu diperkirakan bakal menurunkan pendapatan perusahaan hingga 56 persen pada Juli 2021. Saat ini total gerai Matahari Departement Store di seluruh Indonesia berjumlah 148 gerai.

"Gerai Matahari di Jawa dan Bali saat ini terdapat 89 gerai yang berkontribusi sebesar 56 persen dari pendapatan perusahan. Sangat buruk ketika perusahaan mengalami kehilangan pendapatannya 56 persen," katanya, secara virtual, Kamis (1/7).

Terry mengungkapkan, pihaknya juga telah bersiap jika PPKM ini akan diperpanjang hingga Agustus, mengingat Covid-19 varian Delta tercatat enam kali lebih mudah menular dibandingkan dengan varian Alpha.

Terkait dengan kebijakan tersebut, Terry meminta kepada pemerintah untuk memberikan dukungan kepada para pelaku retail. Sebab, dia menambahkan, selama ini perusahaan retail sudah terpukul dan turut mengeluarkan biaya tambahan selama pandemi covid-19.

"Kami butuh support dari pemerintah terkait dengan biaya, agar sektor industri ini bisa bertahan. Saat pandemi kami juga mengeluarkan biaya tambahan, seperti perlengkapan protokol kesehatan, sanitasi, vaksinasi dan kebutuhan healthcare,” terangnya.

Sebelumnya, emiten ritel itu juga menutup 100 gerai yang terdampak kebijakan Pengetatan PPKM berskala mikro pada 22 Juni 2021.

"Sebanyak 71 gerai berada di Jawa, 19 gerai di Sumatera, empat gerai di Kalimantan, dan lainnya di luar wilayah tersebut," mengutip keterbukaan informasi perseroan.

Matahari dengan total 148 gerai di seluruh Indonesia saat kebijakan PPKM berskala mikro terkena imbas pengurangan jam operasional, di mana beberapa gerai harus tutup pukul 18.00.

“Sekitar 30 persen dari total gerai terdampak atas pembatasan kunjungan mal atau pengalihan lalu lintas jalan. Sementara itu, di sisi lain, pembatasan kapasitas peritel makanan dan minuman yang mengurangi kunjungan ke mal berdampak pada 42 persen dari total gerai," papar keterangan tersebut. (Tribunnews/Reynas Abdila/Kompas.com/Kiki Safitri)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved