Breaking News:

PPDB 2021

PPDB Kendal 2021, 8.831 Kuota Siswa di SMP Negeri Sudah Penuh, Sisanya Masuk Swasta

Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, sebanyak 8.831 kuota siswa di SMP di Kendal sudah dipenuhi.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
PPDB 2021. 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, sebanyak 8.831 kuota siswa di SMP negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2021/2022 terpenuhi. 

Kata Wahyu, tidak ada SMP negeri yang kekurangan siswa. Kuota masing-masing dipenuhi dari lulusan SD sebanyak 13.474 siswa. Sisanya masuk di sekolah swasta, pendidikan non formal, dan pondok pesantren.

"Lulusan SD itu ada 13.474, kuota SMP negeri 8.831 dan terpenuhi semua. Sisanya ke swasta, ke pendidikan non formal dan pondok pesantren. SMP negeri Alhamdulillah terpenuhi, kalau yang swasta ada sebagian yang kekurangan siswa," terangnya, Jumat (2/7/2021).

Kata Wahyu, proses pelaksanaan PPDB berjalan dengan lancar. Di jenjang SMP, pendaftaran siswa dilakukan dengan sistem online. Namun, untuk jenjang SD dilakukan dengan online dan offline dengan mempertimbangkan letak geografis daerah, sarana prasaran, dan SDM yang dimiliki sekolah.

"Penerimaan siswa baru kali ini tetap menggunakan 4 jalur. Zonasi minimal 50 persen, afirmasi 15 persen, pindah orangtua 5 persen, dan prestasi 30 persen," jelasnya. 

Wahyu mendorong kepada sekolah-sekolah swasta agar meningkatkan performance masing-masing untuk menambah daya tarik masyarakat agar menitipkan anaknya mengikuti proses pembelajaran. Seperti meningkatkan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, hingga sarana dan prasaran penunjang pembelajaran.

Kepala SMPN 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan, kuota siswa di tempatnya sudah terpenuhi dari total 376 siswa yang mendaftar. Bahkan, SMPN 1 Cepiring menyalurkan 110 siswa kepada beberapa sekolah salur dan sekolah terdekat.

"Alhamdulillah, kalau SMPN 1 Cepiring yang daftar kemarin mencapai 376 calon siswa. Sehingga yang disalurkan ke SMP lain dan dicabut daftarnya 110 siswa. Ada yang ke SMPN 1 Kangkung, SMPN 4 Cepiring, SMPN 2 Cepiring, dan SMPN 3 Patebon (di luar zona)," ujarnya.

Wakil Kepala SMPN 1 Kendal, Ahmad Fauzi menerangkan, selama PPDB 5 hari, pihaknya dapat menjaring 260-an siswa. Jumlah ini sudah memenuhi kuota 256 siswa baik dari jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orangtua.

"Sisanya kita salurkan ke SMPN 2 dan 3 Kendal, dan SMPN 1 Brangsong. Kalau untuk zonasi ada 21 desa/kelurahan. Seperti contoh, Kebondalem, Pegulon, Patukangan, Ngilir, Bandengan, Kalibuntu, Sijeruk, Karangsari, Ketapang, Banyutowo, dan beberapa derah lainnya," jelasnya.

Sementara di SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu, jumlah siswa yang mendaftar baru mencapai 60 orang. Padahal, pihak sekolah membuka 4 kelas dengan total kapasitas mencapai 100 siswa. 

Pihak sekolah masih terus berupaya menjaring siswa dengan menginformasikan ke tetangga guru, saudara, dan masyarakat umum melalui sosial media. Upaya jemput bola pun sudah dilakukan meski belum maksimal karena terdampak pandemi Covid-19.

"Kita juga melayani jemput bola apabila ada siswa yang mau mendaftar. Mekanisme perekrutan bisa via online, nanti terus melengkapi data ke sekolah.

Kendalanya kita tidak bisa sosialisasi PPDB ke SD-SD, bertemu dengan siswa kelas 6 secara langsung," tutur Kepala SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu, M. Arief Rahman Hakim. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved