Breaking News:

Berita Pati

PPKM Darurat Jawa-Bali, Dua Pusat Perbelanjaan Terbesar di Pati Ditutup Sementara

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan dilaksanakan di Pati mulai 3 sampai 30 Juli 2021.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar

Penulis: Mazka Hauzan Naufal 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan dilaksanakan di Pati mulai 3 sampai 30 Juli 2021.

"Menindaklanjuti arahan dari Presiden dan Menko Kemaritiman, Pati termasuk daerah yang terkena PPKM Darurat. Kebetulan Pati ada di level 4. Tapi kami tetap menunggu surat edaran resmi dari Mendagri dan Gubernur sebagai pedoman pelaksanaan," ujar Bupati Pati Haryanto ketika diwawancarai awak media usai memimpin rapat koordinasi implementasi PPKM Darurat di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (2/7/2021).

Sebagai bagian dari PPKM Darurat, dua pusat perbelanjaan terbesar di Pati, yakni Pasar Swalayan Ada dan Luwes, akan ditutup sementara.

Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pesawahan Bandengan Jepara

Baca juga: Bekuk Tim Tiga Naga dalam Laga Uji Coba, Pelatih Persijap Jepara Jaya Hartono Mengaku Puas

Baca juga: Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Pemkab Tegal Kenakan Denda Maksimal

"Karena ini level 4, pusat perbelanjaan ditutup. Saya mohon maaf, ini bukan kehendak saya, tapi ini kebijakan nasional," kata dia.

Selain penutupan pusat perbelanjaan, PPKM Darurat juga meliputi aturan lainnya.

Di antaranya mengenai pengaturan karyawan yang bekerja di kantor.

Di sektor kritikal, diperkenankan Work from Office (WFO) 100 persen. Sektor esensial 50 persen. Sementara, sektor non esensial Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah 100 persen.

Sektor yang tergolong kritikal ialah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Adapun sektor yang digolongkan esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan nonpenanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved