PPKM Darurat

Tanggapan Pedagang Soal Penutupan Pasar di Tegal: Mudah-mudahan Sehari Saja

Sebanyak 14 pasar tradisional yang ada di Kota Tegal tutup selama satu hari, pada Jumat (2/7/2021). 

Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin
Suasana sepi di Pasar Pagi Kota Tegal, Jumat (2/7/2021). Semua pedagang diwajibkan libur selama satu hari. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sebanyak 14 pasar tradisional yang ada di Kota Tegal tutup selama satu hari, pada Jumat (2/7/2021). 

Penutupan pasar tradisional tersebut merupakan kebijakan perpanjangan masa PPKM mikro di Kota Tegal

Karena penutupan tersebut, sekira 4.000 pedagang harus meliburkan diri selama satu hari. 

Seorang pedagang empon-empon di Pasar Pagi, Ratinah (35) mengaku, tidak keberatan dengan ditutupnya pasar selama satu hari.

Baca juga: Dua Tokoh Wayang Iringi Jenazah Ki Manteb Soedharsono ke Pemakaman

Baca juga: Jangan Ada Korban Lagi pada Penyelenggara Pemilu Serentak 2024

Baca juga: Masuk Zona Merah Dalam Kategori Bahaya, Begini Aturan Detail PPKM Darurat Level 4 di Kota Semarang

Ia tidak mempermasalahkan jika hanya sehari.

Namun ia akan menolak jika penutupan tersebut berlangsung dua hari atau tiga hari.

"Kalau satu hari gak masalah, gak apa-apa. Tapi kalau sampai dua, tiga hari, janganlah. Mudah-mudahan satu hari saja," kata Ratinah kepada tribunjateng.com. 

Menurut Ratinah, penutupan satu hari tersebut bisa dimanfaatkan pemerintah kota untuk melakukan sterilisasi. 

Ia menilai, kerugian satu hari karena penutupan masih bisa dapat diterima oleh para pedagang. 

Ia sendiri rugi sebesar Rp 200 ribu untuk tutup satu hari. 

Tapi jika tutupnya berhari-hari, para pedagang akan kebingungan untuk membayar pasokan barang dagangan yang datang. 

"Bingungnya kan kalau ada barang dagangan yang datang, bayarnya gimana. Mudah-mudahan Kota Tegal dan Indonesia segera aman dari Covid-19. Sehingga tutupnya hanya sehari ini," ungkapnya. 

Kuli panggul di Pasar Pagi, Slamet (55), juga berharap agar penutupan hanya berlangsung satu hari saja. 

Karena penghasilannya hanya dari jasa kuli panggul.

Baca juga: Update Virus Covid-19 Jawa Tengah Jumat 2 Juli 2021

Baca juga: PPKM Darurat, 4 Ruas Jalan Utama Kota Banjarnegara Ditutup mulai Malam Ini

Penghasilan menjadi kuli dalam sehari kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu.

Slamet mengatakan, ia terlanjur berangkat karena tidak tahu pasar tutup. 

Ia setiap harinya bolak-balik dari Moga, Pemalang. 

"Harapannya cuma sehari ini saja. Nanti kalau tutup terus makannya uang dari mana," ujarnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved