Breaking News:

Wabup Riswadi Sambat Kabupaten Pekalongan Sudah Gawat Corona, Sehari 8 Orang Meninggal

Pemerintah Kabupaten Pekalongan  menutup seluruh wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
Humas Pemkab Pekalongan
Wakil Bupati Pekalongan Riswadi (tengah) saat memimpin rakor menindaklanjuti implementasi PPKM darurat Jawa-Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-20 Juli 2021, di aula Setda lantai 1, Jumat (2/7/2021). 

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan  menutup seluruh wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Hal ini untuk menindaklanjuti implementasi PPKM darurat Jawa-Bali yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-20 Juli 2021.

"Pariwisata tutup, tempat ibadah sementara tutup, restoran buka hanya dibatasi 50 persen, hajatan hanya diperbolehkan 30 orang, semua sudah ada aturannya. Yang melanggar pasti ada sanksi," kata Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, usai rakor implementasi PPKM darurat di aula Setda lantai 1, Jumat (2/7/2021) sore.

Menurutnya, kondisi Kabupaten Pekalongan saat ini sudah gawat.

Oleh karena itu Riswadi mengajak kepada seluruh untuk menyikapi PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Mari kita rumuskan langkah apa yang harus kita lakukan sesuai tupoksi masing masing dalam menjalankan implementasi PPKM darurat. Ini darurat lho, sudah tidak bisa di tawar-tawar. Ini sifatnya wajib," ujarnya.

Bahkan tadi melihat paparan yang disampaikan oleh dinas kesehatan, bahwa Kabupaten Pekalongan terkait Covid-19 sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data https://corona.pekalongankab.go.id/ per tanggal 2 Juli 2021, terdapat konfirmasi positif sebanyak 4.068, dengan rincian dirawat 98 orang, sembuh 3.372, isolasi mandiri 371 dan meninggal dunia 227 orang.

"Kabupaten Pekalongan sudah gawat lho, satu hari yang meninggal ada 8 orang dan dari data yang terkonfirmasi ada 4 ribu orang dan ini sangat bahaya."

"Oleh karena itu, kita harus berikan contoh kepada masyarakat. Karena masih banyak yang beranggapan bahwa corona tidak ada," imbuhnya.

Pihaknya berharap rapat ini dapat menghasilkan program untuk bisa menyukseskan PPKM Darurat Jawa Bali sesuai intruksi dari pusat.

"Terkait PPKM darurat ini harus disosialisasikan kepada masyarakat dan ini wajib dijalankan. Mungkin banyak warga yang beranggapan ini sepele, makanya ini harus disiplin, tegas, dan tanpa pandang bulu, itu saja," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved