Breaking News:

Berita Slawi

Wisata Menjadi Salah Satu Sektor yang Tutup Sementara Selama PPKM Darurat di Kabupaten Tegal

Tempat wisata menjadi salah satu sektor yang ditutup sementara selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
suasana di Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tempat wisata menjadi salah satu sektor yang ditutup sementara selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai tanggal 3-20 Juli 2021.

Adanya kebijakan tersebut membuat pelaku wisata yang sebelumnya sudah terdampak karena Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 yang menutup wisata sejak 10 - 23 Juni dan diperpanjang sampai 5 Juli, kini semakin terdampak karena harus tutup sampai tanggal 20 Juli 2021.

Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Ahmad Abdul Hasib, mengaku tidak bisa memungkiri bahwa pelaku wisata terutama pedagang di area wisata Guci, Purwahamba Indah (Pur'in), dan lain-lain sangat terdampak.

Namun ia tetap mematuhi aturan dan keputusan yang ada sambil berupaya membantu pedagang.

Baca juga: Eks Bos Bank Jateng Cabang Jakarta dan Blora Jadi Tersangka Korupsi, Ini Tanggapan DPRD Jateng

Baca juga: Bupati Tegal Umi Azizah Ajak ASN Membeli dan Memasarkan Barang Dagangan di GePePe

Baca juga: Aston Inn Pandanaran Semarang Pastikan Seluruh Karyawan Sudah Divaksin

Baca juga: Selama Pandemi, Angka Perceraian di Solo Turun Drastis

Salah satunya melalui Gerakan Peduli Pedagang (GePePe) yang diinisiasi oleh Kepala Disporapar Kabupaten Tegal Saidno.

"Kami masih menunggu juknis dari Pemkab Tegal terkait pelaksanaan PPKM Darurat ini. Namun kami sudah menyiapkan diri dan yang paling utama yaitu menginformasikan kepada para pelaku usaha, pedagang, stakeholder lainnya di sektor wisata. Kami harap mereka bisa memahami karena saat ini sedang dalam kondisi darurat," ungkap Hasib, pada Tribunjateng.com, Jumat (2/7/2021).

Selama penutupan sementara objek wisata, Hasib mengaku ia manfaatkan untuk melakukan beberapa hal seperti membersihkan area wisata dari sampah, mengecek sarana protokol kesehatan apakah masih baik atau tidak, dan papan informasi mengenai Covid-19 apakah masih terpasang atau tidak.

Termasuk memastikan petugas yang melakukan patroli di area wisata bekerja dengan baik dan teliti.

Karena masih saja ditemukan masyarakat yang bandel dengan mengaku sebagai kerabat dari warga lokal area wisata Guci, dan kemudian berkeliling di area wisata padahal sudah diimbau bahwa wisata masih tutup sementara waktu.

"Membahas wisata kan sebetulnya ada banyak bukan punya Pemerintah Kabupaten saja, katakan wisata milik Desa, Bumdes, Swasta, dan lain-lain. Sehingga akan kami berikan edukasi lebih menyeluruh mengenai penutupan wisata baik ke pengunjung maupun pelaku wisata," ujarnya.

Membahas mengenai Gerakan Peduli Pedagang (GePePe) yang sudah berlangsung sejak tanggal 10 Juni 2021 sampai hari ini, diakui Hasib sangat membantu pedagang terutama yang berjualan sayuran, manisan, buah-bahan di area wisata Guci.

Meski belum bisa membantu secara keseluruhan semua pedagang, namun setidaknya melalui gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemkab Tegal kepada para pedagang yang terdampak penutupan sementara wisata.

"Alhamdulillah Ibu Bupati sangat mengapresiasi gerakan GePePe ini, bahkan beliau sampai membuat Surat Edaran yang ditujukan kepada OPD, BUMN, BUMD, yang ada di Kabupaten Tegal untuk secara suka rela berpartisipasi, caranya? Selain memasarkan produk pedang tapi juga membelinya," pungkas Hasib. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved