Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Apa Kabar Olimpiade Tokyo, Inilah Kabar Berbarunya

Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga mengatakan, bahwa Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo akan menjadi tanpa penonton

Editor: Catur waskito Edy
Kompas.com/Istimewa
Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun (AFP PHOTO/PHILIP FONG) 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO --  Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga mengatakan, bahwa Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo akan menjadi tanpa penonton apabila deklarasi darurat (PSBB) diluncurkan kembali untuk keempat kalinya.

"Ada kemungkinan tak ada penonton. Kami akan bertindak dengan prioritas keselamatan dan keamanan rakyat Jepang," ujarnya, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (1/7).

"Pemerintah akan menunjukkan arah batas atas penonton (tanpa penonton) dengan memutuskan minggu depan bagaimana menangani langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran di Tokyo, yang jatuh tempo pada tanggal 11 Juli, dan panitia penyelenggara serta pembicaraan lima pihak lain akan memutuskan hal itu apabila deklarasi darurat diluncurkan kembali," katanya.

Saat ini, Suga mengaku memiliki ketegangan dan ingin menanggapi dengan tegas dan hati-hati mengenai situasi infeksi di Tokyo dan daerah lain, di mana jumlah kasus baru virus corona jelas terus meningkat dengan pesat.

"Saya ingin memutuskan keadaan darurat atau pencegahan penyebaran dengan melihat situasi secara keseluruhan minggu depan," ujarnya terkait dengan tindakan di Tokyo.

Sehubungan dengan pernyataan perwakilan Komeito Natsuo Yamaguchi bahwa tindakan harus diambil dengan mempertimbangkan kemungkinan non-penonton, Suga menyatakan, "baru-baru ini saya ditanya tentang penonton dalam keadaan darurat, dan pada saat itu juga saya sebutkan non-penonton. Saya telah menyatakan bahwa saya akan melakukan hal tersebut."

Mengenai waktu penilaian penonton untuk Olimpiade, perlu untuk memutuskan minggu depan apakah akan melanjutkan atau membatalkan pencegahan penyebaran, atau untuk menyatakan keadaan darurat.

"Kami akan putuskan setelah mendengarkan pembicaraan lima pihak," ungkapnya.

Surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun, pun melaporkan bahwa penyelenggara sudah mulai mempertimbangkan penundaan penjualan tiket satu gelaran acara menjelang Olimpiade pekan depan.

Kasus covid-19 di Tokyo dalam beberapa hari belakangan memang naik setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan pencegahan virus corona bulan lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved