Breaking News:

Berita Tegal

Berikut 16 Aturan PPKM Darurat Jawa- Bali di Kota Tegal 

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali resmi diterapkan di Kota Tegal, Sabtu (3/7/2021). Kebijakan tersebut berlaku

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin Achmad
Hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat Jawa- Bali di Kota Tegal dimulai dengan penyemprotan disenfektan, Sabtu (3/7/2021). 

3. Esensial pada sektor perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor, diberlakukan WFH staf sebanyak 50 persen. 

4. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik dan tidak bisa ditunda pelaksanaannya, diberlakukan WFH staf sebanyak 25 persen. 

5. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB. Kapasitas pengunjung 50 persen. 

6. Apotik dan toko obat dapat buka selama 24 jam. 

7. Pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah yang menimbulkan kerumunan ditunda sementara. 

8. Rumah makan atau restoran, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan angkringan, hanya menerima pemesanan dan dibawa pulang. Tidak boleh menerima makan di tempat. 

9. Tempat hiburan, meliputi karaoke, lounge, spa, game online, warnet, dan area bermain atau area ketangkasan, ditutup sementara. 

10. Operasional pasar tiban atau pasar dadakan hanya pukul 05.00 sampai 10.00 WIB. 

11. Tempat ibadah, meliputi masjid, mushola, gereja, pura, vihara, dan klenteng, ditutup sementara. 

12. Fasilitas umum berupa area publik, tempat umum, dan tempat wisata, ditutup sementara. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved