Breaking News:

Berita Tegal

Bupati Tegal Umi Azizah Imbau Warga untuk Ikhlas Terapkan Prokes 5M Selama PPKM Darurat

Dalam dua minggu terakhir, sudah ada penambahan 1.463 kasus baru atau rata-rata 105 orang per hari dan telah mengakibatkan 77 orang meninggal dunia, a

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Istimewa/Humas Pemkab Tegal
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memimpin Apel Pencanangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah (Jawa-Bali) di Lapangan Pemkab Tegal, Sabtu (3/7/2021). Pada kesempatan ini Bupati Umi mengajak semuanya terutama warga Kabupaten Tegal untuk berpartisipasi mensukseskan PPKM Darurat ini, selain itu ikhlas dalam menerapkan protokol kesehatan 5M demi menurunkan angka penularan Covid-19. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah (Jawa-Bali) mulai tanggal 3-20 Juli 2021 resmi diberlakukan termasuk di Kabupaten Tegal.

Hal ini ditandai dengan berlangsungnya Apel Pencanangan PPKM Darurat Covid-19 di Lapangan Pemkab Tegal, Sabtu (3/7/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, Dandim 0712 Tegal Letkol Inf. Sutan Pandapotan Siregar, Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantoro, untuk mendampingi Bupati Tegal Umi Azizah.

Hadir pula unsur Forkopimda, para Kepala OPD, seluruh personil yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19, para Camat, dan perwakilan Kepala Desa.

Pada saat memberikan sambutan, Bupati Tegal menyampaikan penularan kasus Covid-19 saat ini cukup memprihatinkan. 

Dalam dua minggu terakhir, sudah ada penambahan 1.463 kasus baru atau rata-rata 105 orang per hari dan telah mengakibatkan 77 orang meninggal dunia, atau rata-rata ada 5 sampai 6 meninggal dunia dalam sehari akibat infeksi Covid-19.

Sudah banyak keluhan dari warga tentang sulitnya mencari tempat tidur yang lowong untuk merawat pasien Covid-19 maupun terduga Covid-19, sehingga harus berputar-putar mencari rumah sakit yang masih bisa menampung. 

Untuk itu, pada kesempatan ini Umi meminta agar seluruh komponen mulai dari Forkopimda, pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku usaha bisa bersatupadu, menahan diri untuk membatasi kegiatannya, lebih mengetatkan lagi protokol kesehatannya demi kepentingan bangsa dan negara terbebas dari ancaman ledakan kasus Covid-19.

"Melalui PPKM Darurat ini yang dimulai dari peniadaan sementara aktivitas belajar mengajar tatap muka, peniadaan layanan makan di tempat di warung, rumah makan dan restoran, penutupan mal, pusat perbelanjaan kecuali untuk akses ke restoran, supermarket, dan swalayannya, hingga penutupan sementara rumah ibadah, dan lain-lain kiranya bisa diterima dengan hati yang ikhlas. Semangat yang sungguh-sungguh untuk ikut serta mencegah penularan virus agar tidak semakin meluas," pesan Umi, pada Tribunjateng.com.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved