Breaking News:

Berita Pekalongan

Mal hingga Warung Makan di Kota Pekalongan Nekat Buka Saat PPKM Darurat, Izin Usaha Bakal Dicabut

Pemerintah Kota Pekalongan bakal menerapkan sanksi tegas, bagi pelanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Tim gabungan melakukan penyemprotan disinfektan di titik-titik jalan yang ada di Kota Pekalongan dalam mendukung PPKM darurat Jawa-Bali. 

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan bakal menerapkan sanksi tegas, bagi pelanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Hal ini disampaikan, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid seusai menggelar apel bersama PPKM darurat di lapangan Mataram, Sabtu (3/7/2021).

"Kita akan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar PPKM darurat pada tanggal 3-20 Juli 2021. Hal ini sesuai instruksi Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) Covid-19 di Kota Pekalongan," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com.

Menurut Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan, pusat perbelanjaan atau mal yang nekat beroperasi pada masa PPKM darurat akan ditindak sesuai dengan peraturan yang ada.

Hal serupa juga akan dilakukan untuk pelaku usaha kuliner yang masih melayani makan di tempat, maupun pasar swalayan, pasar tradisional, dan warung kelontong yang beroperasi di atas pukul 20.00 WIB.

"Pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam. Jika ada yang melanggar akan dicabut ijin usaha. Sedangkan untuk personalnya diberikan sanksi teguran dan lisan," ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan pada hari pertama PPKM darurat masih banyak terjadi pelanggaran dan kepatuhan masyarakat Kota Pekalongan mengenai aturan itu sangat rendah sekali.

"Tetapi hal ini juga bisa jadi karena belum maksimalnya sosialisasi kita dan jajaran petugas."

"Tapi saya sangat berterimakasih kepada jajaran Pemkot Pekalongan, TNI, Polri yang sudah terjun ke lapangan untuk sosialisasi dan mengimbau masyarakat Kota Pekalongan agar betul-betul patuh terhadap PPKM darurat dan protokol kesehatan," ungkapnya.

Aaf menambahkan, hingga saat ini situasi dan kondisi rumah sakit di Kota Pekalongan sudah penuh.

Bahkan, beberapa hari yang lalu RSUD Bendan menambah 8 bed untuk pasien Covid-19, namun belum 24 jam sudah penuh bed tersebut.

"Tidak ada 3 jam, 8 bed untuk penambahan pasien positif Covid-19 di RSUD Bendan langsung penuh."

"Oleh karena itu, saya mengimbau kepada masyarakat mau mentaati dan patuh terhadap kebijakan tersebut serta mematuhi protokol kesehatan, agar Kota Pekalongan bisa segera keluar dari zona merah dan tidak ada varian virus corona baru seperti jenis Delta yang masuk ke kota batik," tambahnya. (Dro)

--

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved