Breaking News:

Berita Slawi

Pemkab Tegal Resmi Terapkan PPKM Darurat Jawa Bali

Mencegah agar penularannya tidak semakin meluas dan tidak berujung pada ledakan kasus Covid-19 yang dapat melumpuhkan layanan kesehatan, Pemkab Tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Foto kiriman dari Humas Pemkab Tegal
Foto Bupati Tegal Umi Azizah, saat memimpin gelar apel pencanangan PPKM Darurat dan secara resmi berlakukan masa pengetatan di Kabupaten Tegal, pada Sabtu (3/7/2021) di lapangan upacara Pemkab Tegal.  

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Mencegah agar penularannya tidak semakin meluas dan tidak berujung pada ledakan kasus Covid-19 yang dapat melumpuhkan layanan kesehatan, Pemkab Tegal berlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. 

Bupati Tegal Umi Azizah, secara resmi berlakukan masa pengetatan ini pada Sabtu (3/7/2021) melalui gelar apel pencanangan di lapangan upacara Pemkab Tegal.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali. 

Kemudian ditindaklanjuti oleh Pemprov Jawa Tengah melalui Instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2021, tentang Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat pada PPKM Darurat di Provinsi Jawa Tengah, hingga Pemkab Tegal Instruksi Bupati Tegal Nomor B.9355 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Di sini, Umi mengingatkan jumlah kasus baru penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal terus bertambah hingga mencapai 1.463 orang dalam dua minggu terakhir, atau rata-rata 105 orang per hari. 

Sementara kasus kematian akibat infeksi virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut mencapai 77 orang dalam kurun waktu yang sama, atau rata-rata 5-6 orang meninggal dunia setiap harinya.

“Jangan biarkan nasi menjadi bubur, jangan sampai ketidakdisiplinan kita, ketidakpatuhan kita pada protokol kesehatan hari ini berujung pada penyesalan,” tegas Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (4/7/2021). 

Menurutnya, badai pandemi di India bisa menjadi pembelajaran penting saat kasus Covid-19 benar-benar meledak dan merenggut ratusan ribu nyawa serta menyisakan derita bagi puluhan ribu anak yatim.

Umi menegaskan jika ancaman Covid-19 nyata dan tidak boleh anggap remeh, terlebih setelah teridentifikasinya varian delta di Jawa Tengah. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved