Breaking News:

Penanganan Corona

Penambahan Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Capai 105 Orang per Hari

Kondisi darurat akibat penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal kini memasuki babak baru.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Humas Pemkab Tegal
Rapat koordinasi menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Jumat (2/7/2021) malam lalu. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Kondisi darurat akibat penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal kini memasuki babak baru. Dalam dua minggu terakhir, jumlah penambahan kasusnya sudah mencapai rata-rata 105 orang per hari, dimana lima hingga enam orang di antaranya meninggal dunia setiap harinya.

Informasi tersebut terungkap saat berlangsung rapat koordinasi menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Jumat (2/7/2021) malam lalu.

Saat memimpin rapat, Bupati Tegal Umi Azizah mengungkapkan jika merujuk pada instruksi tersebut, Kabupaten Tegal termasuk dalam level 3 yang dikategorikan sebagai wilayah dengan penambahan jumlah kasus konfirmasi harian 50-150, penambahan pasien dirawat di rumah sakit 10-30 orang per hari, dan rata-rata kasus kematiannya 3-5 orang per hari.

Lebih lanjut, Umi memaparkan jika Covid-19 telah menginfeksi 3.675 orang dalam 45 hari terakhir sejak lonjakan kasus pasca libur Lebaran di tanggal 18 Mei 2021 lalu. 

Adapun jumlah kematiannya mencapai 190 orang dalam satu setengah bulan terakhir.

Rapat yang dihadiri unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Kabupaten Tegal,  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, beserta sejumlah tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama ini pun mencapai kesepakatan dukungan PPKM Darurat Covid-19 Jawa Bali yang berlaku 3-20 Juli 2021.

Sebelumnya, Umi meminta dukungan para tokoh agama dan masyarakat untuk ikut serta bersinergi mendukung upaya strategis Pemerintah dalam menekan laju penularan Covid-19 yang dinilainya sudah cukup mengkhawatirkan.

“Kita tentunya tidak ingin lonjakan kasus Covid-19 ini berujung pada ledakan kasus yang melumpuhkan fasilitas kesehatan, menambah panjang daftar antrean jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (4/7/2021). 

Umi berharap, badai Covid-19 yang melanda India tidak terjadi di Indonesia dimana banyak berjatuhan korban jiwa yang tidak bisa tertangani secara medis. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved