25 RT di Kabupaten Semarang Lockdown, Bupati Sebut Warga yang Isoman Sehat
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, mereka memilih lockdown karena terdapat lima kepala keluarga atau lebih yang positif Covid-19.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sebanyak 25 RT di Kabupaten Semarang menerapkan lockdown karena persebaran Covid-19 di wilayah tersebut.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, mereka memilih lockdown karena terdapat lima kepala keluarga atau lebih yang positif Covid-19.
"Untuk RT yang lockdown itu minimal di lingkungan mereka ada lima rumah atau KK positif Covid-19.
Ini sesuai aturan PPKM Darurat, untuk sementara di Kabupaten Semarang ada 25 RT," terangnya, Senin (5/7).
Selain memerintahkan ditetapkan mikro lockdown, upaya yang dilakukan Pemkab Semarang adalah terus melakukan sosialiasi edukasi dan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.
Ngesti mengungkapkan sempat meninjau beberapa lingkungan RT yang lockdown.
Antara lain di Desa Delik Tuntang dan Desa Pojoksari Ambarawa.
Dia menyebut, warga yang melakukan isolasi mandiri dalam keadaan sehat.
Satgas Jogo Tonggo pada dua lokasi itu juga berjalan semestinya.
"Saya juga sudah perintahkan puskesmas untuk melakukan pengecekan rutin memastikan kondisi warga yang isoman sehat. Kebutuhan vitamin dan sebagainya agar dipenuhi," ujarnya.
Di sisi lain, vaksinasi massal terus diupayakan.
Kemudian pihaknya juga lebih tegas melarang rumah makan menyediakan kursi bagi pengunjung.
Lalu, yang paling utama sekarang ini adalah berupaya menambah tenaga kesehatan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah dan sejumlah kampus agar bisa ada penambahan tenaga perawat, karena sampai sekarang sudah ada 287 positif Covid-19," katanya. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-kabupaten-semjau-warga-isoman-d472021.jpg)