Breaking News:

Berita Sragen

Animo Vaksinasi di Sragen Tinggi, Bupati Minta Diberi Vaksin Lebih Banyak

Animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di Kantor UPTPK Sragen tinggi.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Vaksinator ketika menjelaskan vaksin tahap kedua kepada penerima vaksin Covid-19 di Kantor UPTPK Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di Kantor UPTPK Sragen tinggi. Mereka berbondong-bondong mendatangi UPTPK hingga sempat terjadi antrian panjang.

Banyaknya masyarakat yang ingin vaksin disinyalir sertifikat vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat melakukan perjalanan jauh menaiki kendaraan umum.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan mengeluhkan vaksin yang diberikan kurang banyak, pasalnya saat ini pihaknya sedang fokus vaksinasi terhadap lansia.

"Menjadi catatan, sekarang semua perjalanan harus menunjukkan kalau sudah divaksin. Sementara kita di tekankan lansia untuk vaksinasi terlebih dahulu."

"Terus bagaimana kalau jumlah vaksinya tidak tercukupi," keluh Bupati Yuni ditemui usai rakor dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (5/7/2021).

Yuni mengatakan pada rakor itu, semua daerah mengeluhkan vaksin yang kurang. Bahkan Kota Surakarta yang sudah melakukan percepatan vaksinasi sedemikian hebat, dikatakan Yuni mengeluhkan vaksin .

Dirinya menduga generasi muda yang akan bepergian berbondong-bondong untuk mengikuti vaksinasi. Tanpa divaksin mereka tidak bisa bepergian.

"Di Sragen seperti tadi banyak yang datang anak muda mereka harus berpergian dan dia minta di vaksin. Tanpa divaksin dia tidak bisa pergi karena itu jadi sarat."

"Jadi kalau memang vaksin ini menjadi sebuah syarat dan animo masyarakat sudah sedemikian tinggi ya sediakan vaksin sebanyak-banyaknya, kami siap," tegas Yuni.

Tidak hanya di Kantor UPTPK, Yuni mengatakan Kantor Kejaksaan Sragen juga akan membuka tempat vaksinasi untuk para guru yang belum selesai divaksin.

Dia mengaku beberapa tempat juga akan disipakan apabila stok vaksin banyak dan diberikan kepada berbagai golongan masyarakat.

"Kenapa tetap di UPTPK karena kita punya peralatan untuk menangani apabila ada yang terkena efek KIPI, karena ada alatnya cukup."

"Tempat lain bisa tapi harus menyiapkan alat-alat yang komplit, ambulance dan sebagainya. Itu mungkin saja bisa, besok bisa diatur," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved