Breaking News:

Berita Kendal

Dinas Perdagangan Kendal Panggil Ketua Paguyuban PKL, Alfebian: Tak Patuh Aturan Dibubarkan Paksa

Tiga hari pelaksanaan PPKM, masih banyak ditemukan pedagang kaki lima (PKL) yang tak patuh aturan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Dinas Perdagangan Kendal panggil ketua paguyuban PKL sebelum menindak tegas PKL yang nekat langgar peraturan PPKM darurat, Senin (5/7/2021). 

TRIBUNJATE

Dinas Perdagangan Kendal panggil ketua paguyuban PKL sebelum menindak tegas PKL yang nekat langgar peraturan PPKM darurat, Senin (5/7/2021).
Dinas Perdagangan Kendal panggil ketua paguyuban PKL sebelum menindak tegas PKL yang nekat langgar peraturan PPKM darurat, Senin (5/7/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

NG.COM, KENDAL - Tiga hari pelaksanaan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, masih banyak ditemukan pedagang kaki lima (PKL) yang tak patuh aturan. Mereka nekat berjualan hingga batas operasional yang sudah ditentukan, bahkan sampai larut malam. Terkhusus PKL yang biasa mangkal di pusat kota kecamatan.

Menyikapi hal itu, Dinas Perdagangan memanggil para ketua paguyuban PKL di beberapa titik pusat keramaian. Di antaranya PKL Weleri Tengah, PKL di Jalan Laut Kota Kendal dan juga alun-alun Kaliwungu.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Alfebian Yulando menegaskan, jam operasional PKL selama PPKM darurat hingga 20 Juli mendatang dibagi menjadi 2 bagian. Pagi hari, PKL hanya diperbolehkan jualan dari pukul 06.00 - 09.00 WIB, dan sore/malam hari mulai pukul 16.00 - 20.00 WIB.

Jika ditemukan PKL yang nekat berjualan di luar waktu yang sudah ditentukan, akan ditindak tegas oleh Dinas Perdagangan bersama Satpol PP. 

"Disdag akan tegas kepada PKL yang tidak mengindahkan dan tidak patuh aturan PPKM darurat. Kita akan tegas misal berjualan lebih dari jam 20.00 akan dibubarkan. Tidak ada lagi toleran, karena kondisinya darurat untuk menyelamatkan nyawa masyarakat Kendal," tegasnya usai memberikan penjelasan kepada ketua paguyuban PKL, Senin (5/7/2021).

Ketentuan ini mulai berlaku besok, Kamis (6/7/2021) khusus daerah-daerah yang sudah disosialisasikan melalui paguyuban masing-masing. Pihaknya juga akan mengeluarkan surat edaran (SE) sebagai penegas agar masyarakat benar-benar patuh dan siap untuk ditindak tegas. 

Selain pembatasan jam operasional, Dinas Perdagangan juga meminta agar ketua paguyuban PKL membatasi jumlah pedagang yang berjualan maksimal 50 persen setiap harinya. Beberapa pedagang yang tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan pedagang dari luar daerah diminta untuk libur sementara hingga PPKM darurat berlangsung. Seperti contoh PKL di Jalan Laut Kota Kendal dan PKL pagi hari di alun-alun Kaliwungu.

Ketentuan itu juga berlaku di semua tempat yang di dimanfaatkan PKL sebagai tempat berdagang. Termasuk di alun-alun Sukorejo, pusat keramaian Kecamatan Boja, Weleri, Kota Kendal, Kaliwungu dan beberapa wilayah lainnya.

"Ini nanti akan kita laporkan ke Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten yaitu Bupati Kendal. Ketua paguyuban juga kita buatkan surat pernyataan kesanggupan. Selanjutnya, Disdag bersama Satpol PP dan tim Satgas Covid-19 akan tinjau ke lapangan dan tindak tegas semua yang melanggar," tegasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved