Breaking News:

Berita Viral

Nasib Pak Lurah yang Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Padahal Sudah Diperingatkan Sebelumnya

Pak lurah berinisial S itu menggelar pesta hajatan justru pada hari pertama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Editor: muslimah
via Tribun Jakarta
Sejumlah tamu undangan bergoyang bersama dalam pesta pernikahan yang digelar oleh seorang Lurah di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Ulah oknum lurah di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat memang tak sepantasnya dilakukan pejabat publik.

Pak lurah berinisial S itu menggelar pesta hajatan justru pada hari pertama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Akibatnya, oknum lurah tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ilustrasi
Ilustrasi (istimewa)

Terungkapnya pesta hajatan yang digelar S di hari pertama PPKM Darurat pada Sabtu (3/7/2021) dari viralnya di media sosial.

Berdurasi 20 detik, video itu mempertontonkan suasana pesta pernikahan disertai alunan musik dan joget oleh beberapa orang pada Sabtu (3/7/2021) siang.

Baca juga: Tangan Remaja Ini Nyaris Putus Ditebas Ayah Pacarnya, Dikira Perampok saat Berduaan di Kamar

Baca juga: Acara Resepsi Pernikahan di Cilacap Dibubarkan Satgas Covid-19, Tenda Dibongkar

Akibatnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Depok dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok melakukan penyegelam rumah Lurah Pancoran Mas tersebut lantaran menimbulkan kerumunan, Sabtu (3/7/2021).

Selain rumahnya disegel, S bakal mempertanggungjawabkan perbuatannya itu di hadapan instansi tempatnya bekerja.

Rencananya, hari ini, Senin (5/7/2021), S akan dipanggil oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok.

"Senin (hari ini) yang bersangkutan kami periksa," ujar Kepala BKPSDM Kota Depok Sopian Suri dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/7/2021).

Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, apabila nantinya S dinyatakan melanggar maka akan dikenai sanksi sesuai aturan yang ada.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved