Breaking News:

PPKM Darurat Makin Tekan Bisnis Transportasi dan Pariwisata: Tiba-tiba Semua Job Dicancel

Pengusaha transportasi rata-rata merasakan dampak yang sama, yakni penurunan potensi pendapatan hampir 100 persen, bahkan mengalami kerugian.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Vito
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
ilustrasi - Armada mini bus milik salah satu pengusaha travel di Purwokerto terparkir karena tidak beroperasi, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilaksanakan pada 3-20 juli 2021 semakin memberatkan bagi sejumlah pelaku usaha di sektor transportasi dan pariwisata.

Ketua Transportasi dan Pariwisata (Triparta) Indonesia, Z Pambudi Hartono mengatakan, kebijakan tersebut membuat anggotanya kelimpungan.

Sebab, sampai saat ini belum ada solusi dari pemerintah terkait dengan keberlanjutan usaha di tengah pandemi covid-19 yang tak kunjung usai.

"Dengan PPKM, seyogyanya ada solusi dari pemerintah. Kami meminta pemerintah tidak hanya memberikan aturan, tetapi jalan buat kami para pelaku usaha, karena kami tidak hanya transportasi, tetapi juga ada hotel, restoran, dan tempat wisata," kata Zyen, sapannya, saat dihubungi Tribun Jateng, Senin (5/7).

Menurut dia, di Jateng saat ini tercatat ada sekitar 150 pengusaha yang tergabung dalam Triparta. Sedangkan di luar itu, ia menyebut jumlahnya dapat mencapai ribuan pengusaha.

Zyen menuturkan, para pengusaha transportasi di Triparta rata-rata merasakan dampak yang sama, yakni penurunan potensi pendapatan hampir 100 persen, bahkan mengalami kerugian.

Hal itu karena banyak konsumen yang menunda bahkan membatalkan pesanan transportasi seiring dengan melonjaknya kasus positif covid-19.

"Aturan PPKM kemarin itu kan tiba-tiba, otomatis semua job (pesanan-Red) dicancel," ujarnya.

Ia merinci, rata-rata omzet yang didapatkan pengusaha transportasi bisa mencapai Rp 11 juta-Rp 13 juta per bulan, dan dapat membayar angsuran mobil.

Namun saat ini, Zyen menyebut, banyak di antaranya yang harus gigit jari karena minimnya pendapatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved