Breaking News:

PPKM Darurat

Sragen Mirip Kota Mati Pas Malam Hari Selama PPKM Darurat, Bupati: Seperti Tak Berpenghuni

Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan tiga hari pemberlakuan PPKM Darurat, Sragen seperti kota tidak berpenghuni alias kota mati.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribunjateng/dok
FOTO ILUSTRASI Pemadaman listrik. 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi sampaikan telah melakukan pembatasan mobilitas dan melokalisir tempat isolasi terpusat selama PPKM Darurat Jawa-Bali di Sragen tiga hari.

Pengurangan mobilitas masyarakat yakni dengan menutup semua aktifitas di kategori non esensial yakni di luar untuk kebutuhan medis dan bahan pokok.

Ardi sapaan akrabnya selain pengurangan mobilitas masyarakat, pihaknya juga mendirikan cek point di perbatasan wilayah anglomerasi.

"Pergerakan masyarakat juga dibatasi dengan penutupan ruas jalan terlebih Jalan Raya Sukowati. Termasuk mendirikan cek point di perbatasan anglomerasi seperti Grobogan, Ngawi dan Karanganyar," papar Kapolres, Senin (5/7/2021).

Selain itu, perjalanan antar kota pihaknya telah melakukan monitoring di terminal.

Sehingga dipastikan sesuai instruksi dengan kegiatan perpindahan orang sesuai dengan Prokes.

Sebelumya Polres Sragen bersama Kodim 0725/Sragen telah memetakan 73 desa dari 208 desa akan menjadi sasaran pihaknya mengupayakan PPKM Darurat. Sebanyak 73 desa tersebut dalam zona merah.

"Pemetaan sebanyak 73 Desa sudah ada gerakan Isoman dirumah ke Gedung Isolasi Terpusat, hari ini juga sudah petugas TNI-Polri, Kejari juga melakukan monitoring," katanya.

Selain itu, bersama dengan Satpol-PP Sragen TNI-Polri juga melakukan pembubaran tempat-tempat yang disinyalir menimbulkan kerumunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved