Breaking News:

Berita Karanganyar

Ada 32 Pondok Pesantren di Karanganyar, Semua Diminta Pembelajaran Daring selama PPKM Darurat

Pembelajaran di Pondok Pesantren wilayah Kabupaten Karanganyar dilakukan secara daring selama diterapkannya PPKM darurat.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar. 

 TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -  Pembelajaran di Pondok Pesantren wilayah Kabupaten Karanganyar dilakukan secara daring selama diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Kebijakan tersebut sesuai dengan surat edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2021 tentang sistem kerja pegawai aparatur sipil negara Kementerian Agama pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat. 

Dalam surat edaran tersebut disebutkan, kegiatan belajar mengajar pada madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi agama sepenuhnya dilakukan secara daring.

Baca juga: Masih Ada Warung yang Menerima Pembeli Makan di Tempat, Pemilik Warung: Saya Kena Denda Rp 200 Ribu

Baca juga: 44 Warga Selabaya Purbalingga Jalani Isoman, Bupati Tiwi Pastikan Mereka Dapat Pengawasan

Baca juga: Pasien Covid-19 di Kudus Dikabarkan Kabur Dari Rumah Sakit, Padahal Cuma Buru-buru Ingin Pulang

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenag Karanganyar, ada 32 pondok pesantren di Kabupaten Karanganyar.

Pondok pesantren itu tersebar di Kecamatan, Colomadu, Gondangrejo, Karangpandan, Jatiyoso, Jenawi, Karanganyar, Kebakkramat, Jaten, Tasikmadu, Matesih dan Jatipuro.

Total santri di 32 pondok pesantren tersebut sebanyak 5.736. Dari jumlah itu .1960 berasal dari dalam kota dan 3.775 berasal dari luar kota. 

Kepala Kemenag Karanganyar, Wiharso menyampaikan, sesuai aturan dalam surat edaran Menteri Agama, pembelajaran di madrasah dan pondok pesantren dilakukan secara daring. 

"Kalau pun mungkin ada yang sudah terlanjur masuk (ke pondok) sebelum PPKM darurat, di pondok tidak ada tatap muka," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (6/7/2021). 

Dia menuturkan, apabila memulangkan santri ke rumah masing-masing tidak memungkinkan karena akan menimbulkan mobilitasnya tinggi.

Lebih lanjut, beberapa santri asal Karanganyar yang sebelumnya diberangkatkan bupati menuju ke pondok masing-masing di Jatim saat ini juga masih berada di pondok dan tidak pulang.

"Beberapa santri mungkin sudah kembali ke pondok, tapi ada juga yang belum," ucapnya. 

Baca juga: Dokter dan Perawat Nakal Suntikkan Vaksin Corona Palsu Isi Air Garam, Raup Rp 404,7 Juta

Baca juga: Roberto Mancini Merasa Dicurangi Jelang Laga Semifinal Euro 2021 Italia Vs Spanyol Malam Ini

Baca juga: Penemuan Mayat Toto Yogyakarta di Kos Semarang: Mau ke Puskesmas Tapi Tutup

Sementara ini, santri pondok diminta untuk melakukan pembelajaran selama PPKM darurat.

Begitu juga siswa di MI, MTs dan MA.  

Apabila kebijakan PPKM darurat selesai pada 20 Juli mendatang, terang Wiharso, pembelajaran di pondok pesantren dapat dilangsungkan sesuai rencana. 

"Kalau madrasah belum ada keputusan untuk tatap muka," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved