Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Masih Ada Warung yang Menerima Pembeli Makan di Tempat, Pemilik Warung: Saya Kena Denda Rp 200 Ribu

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hari ke empat di Kabupaten Tegal masih ditemukan pelanggaran.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hari ke empat di Kabupaten Tegal masih ditemukan pelanggaran.

Satu diantaranya tempat makan yang memperbolehkan pembeli makan di tempat. 

Padahal selama PPKM Darurat tanggal 3-20 Juli 2021, pedagang hanya diperbolehkan melayani pembelian  dibungkus, pesan antar, dan dibawa pulang.

Saat berlangsung operasi yustisi yang dilaksanakan oleh tim gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Tegal, beberapa warung sate atau rumah makan sate kedapatan masih menerima pembeli makan di tempat.

Baca juga: Pemakaman Covid-19 di Kabupaten Pekalongan Cetak Rekor Tertinggi Lagi 15 Jenazah Sehari

Baca juga: Polisi Tempel Stiker Dalam Pengawasan Isolasi Mandiri Rumah Warga Kebumen Positif Corona

Baca juga: Unissula Resmikan RSIGM sebagai Sentra Vaksin Covid-19, Rektor: Berpengalaman dan Fasilitas Lengkap

Alhasil petugas langsung memberikan tindakan, ada yang diberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai aturan selama PPKM Darurat, dan ada juga yang dikenai sanksi denda terutama bagi yang sudah diingatkan tapi mengulangi kesalahannya lagi.

Adapun beberapa tempat yang terkena operasi yustisi yaitu warung sate dan gule Bu Narto, jalan Piere Tendean, Slawi (belakang PLN Slawi), warung sate Cempe Lemu jalan jendral sutoyo Kagok Slawi, Rumah makan sate kambing muda Bu Tomo, Warung Makan Sate Kambing Hj. Bu Suparmin, dan pusat kuliner di depan SMA N 1 Slawi.

Khusus warung makan sate semuanya diminta untuk meletakkan kursi di atas meja sehingga tidak bisa diduduki oleh pembeli.

"Hasil kegiatan pengamanan tadi masih ditemukan rumah makan atau warung sate yang menerima pembeli untuk makan di tempat. Sehingga kami langsung berikan sanksi berupa denda sesuai yang tertera dalam Perbup nomor 42 tahun 2021 dan Instruksi Bupati Tegal," ungkap Kabag Ren Polres Tegal AKP Dwija Utama, pada Tribunjateng.com, Selasa (6/7/2021).

Dijelaskan, sesuai yang tertera dalam Instruksi Bupati Tegal nomor B. 935 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Kabupaten Tegal

Pelaksanaan kegiatan makan atau minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, Kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, angkringan) baik yang berada di lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mal, hanya menerima delivery atau take away, dan tidak menerima makan di tempat.

Baca juga: Sopir Ambulans dan Perawat Pengantar Pasien Corona Dibegal 7 Orang, Modus Pelaku Sebar Ranjau Paku

Baca juga: Pembuat Video Viral Gereja Ramai dan Masjid Sepi saat PPKM Darurat Ditangkap, Faktanya Berbeda

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved